Mantan Bupati Luwuk Banggai: Bodoh Kalau Investasi Hanya Memikirkan Keuntungan

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji Anggito Abimanyu. Foto Ucok Al Ayubbi/ NusantaraNews.co
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji Anggito Abimanyu. Foto Ucok Al Ayubbi/ NusantaraNews.co

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mantan Bupati Luwuk Banggai Sophian Mile mengatakan pemerintah harus memikirkan dengan matang-matang rencana penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur.

“Bodohlah kita kalo investasi hanya memikirkan keuntungan. Kita juga harus menghitung resiko-resiko yang bisa terjadi,” kata Sophian kepada media di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Sophian melanjutkan pemerintah harus menyiapkan konsep investasi dengan resiko terendah dan keuntungan yang besar. Sebelum pemerintah bertemu dengan DPR membahas wavana itu.

“Ada dua resiko yaitu resiko pengembalian dan resiko kerugian. Yang paling kita waspadai dua resiko itu, kalo dana haji itu mau diinvestasikan, kita juga harus melihat bahwa investasi dibidang mana yang kalo toh perkiraanya asumsinya DPR menyetujui pemerintah harus mempunyai konsep investasi diwilayah mana yang paling kecil resikonya dan paling kemungkinan keuntungannya,” terang dia.

Menurut Sophian, hal yang cukup memungkinkan dalam investasi penggunakan dana haji adalah dengan menginvestasikan pada pembangunan jalan Tol.

“Ya sementara ini dalam kacamata awam, yang bisa kita lihat tentu jalan tol. Tol itu relatif cepat dibandingkan dengan investasi pelabuhan, kereta atau rumah sakit atau inbestasi lain yang memiliki keuntungan lebih besar,” ucap Sofyan.

Sementara Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji Anggito Abimanyu mengatakan saat ini masih sedang mengkaji investasi dengan menggunakan dana haji.

Belum tau, kita masih melihat, mengkaji ini itemnya berapa resikonya berapa kaitannya dengan haji berapa, dengan kemiskinan berapa macem macem lah,” Kata Anggito

“Kita sedang melakukan pemetaan terhadap semua potensi investasi yang bermanfaat untuk jamaah haji dan kemaslahatan umat setelah mendapat persetujuan dari DPR,” jepas Anggito.

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Ach. Sulaiman