Connect with us

Mancanegara

Malaysia Luncurkan Kapal Tempur Littoral Pertama

Published

on

Kapal Tempur Littoral (LCS) Malaysia. (Foto: Twitter/Royal Malaysian Navy)

NUSANTARANEWS.CO – Malaysia meluncurkan kapal tempur pertama yang menandai langkah untuk memodernisasi angkatan lautnya. Pekan lalu, Malaysia menamai kapal tempurnya itu First Littoral Combat (LCS).

Royal Malaysian Navy (RMN) berusaha memodernisasi alutsistanya kendati di tengah-tengah besarnya tantangan dalam penganggaran militernya.

Menyiasati keterbatasan anggaran, salah satu cara yang ditempuh Malaysia adalah melalui program transformasi armada 15 yang akan mengurangi 15 kapal kelas 15 saat ini yang rata-rata sudah berusia 30 tahun dan bersumber dari tujuh negara berbeda dalam lima kategori, di antaranya Littoral Mission Ships (LMS); Multi-Support Ships (MRSS); Kapal Tempur Littoral (LCS); Kapal Patroli Generasi Baru; dan kapal selam.

Terkait dengan LCS tersebut, Malaysia telah memesan enam kapal baru dengan kontrak senilai 9 miliar ringgit ($ 2,2 miliar) yang diberikan ke Boustead Naval Shipyard (BNS) pada bulan Juli 2014. Menurut spesifikasi RMN, platform LCS 3.000 ton memiliki panjang 111 meter dan didasarkan pada korvet Gowind 2500 yang dirancang oleh DCBU pembuat kapal Prancis. Lunas untuk LCS pertama ditetapkan pada bulan Maret 2016, dan yang satu untuk kapal kedua ditetapkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Johari Baharum pada bulan Maret 2017.

Pada tanggal 24 Agustus, Malaysia meluncurkan LCS pertama pada sebuah upacara di fasilitas Boustead Naval Shipyard (BNS) di Lumut. Upacara tersebut dihadiri oleh pejabat Malaysia dan pejabat lainnya termasuk Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein, Kepala Eksekutif RMN Admiral Kamarulzaman Ahmad Badaruddin, Sultan Perak Nazrin Muizzudin Shah, dan Ratu Perak Zara Salim. SKB, yang diberi nomor penanggalan 2501, akan disebut KD Maharaja Lela, dinamai setelah nasionalis anti-Inggris abad ke-19 yang dieksekusi oleh pemerintah kolonial pada tahun 1877.

Baca Juga:  Helikopter Attack T129 Buatan Turki Dikabarkan Bakal Jadi Pendamping Helikopter AH-64E

Hishammuddin menekankan bahwa kapal tersebut akan meningkatkan kemampuan RMN untuk melindungi kedaulatan negara, terutama dalam menghadapi ancaman yang terus meningkat dari ISIS.

Untuk kapal misi pantai (LMS), Malaysia setuju membelinya dari China. Kapal LMS pertama akan diterima Malaysia pada Oktober 2019 mendatang.

Sedangkan lima SKB lainnya, yang juga akan dibangun di Lumut, diperkirakan akan dikirim sepenuhnya ke RMN pada tahun 2023. (ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler