Connect with us

Berita Utama

Makin Ketat, RSUD Sumenep Segera Lakukan Screening dan Verifikasi Khusus Terhadap Obat-obatan

Published

on

Makin ketat, RSUD Sumenep segera lakukan screening dan verifikasi khusus terhadap obat-obatan.

Makin ketat, RSUD Sumenep segera lakukan screening dan verifikasi khusus terhadap obat-obatan/Foto: Plt Kepala Farmasi RSUD Moh. Anwar Sumenep, Isti Ana, S. Farm., APT saat memberikan penjelasan seputar farmasi.

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Makin ketat, RSUD Sumenep segera lakukan screening dan verifikasi khusus terhadap obat-obatan. Demi meminimalisir dampak negatif obat-obatan dan menghindari kesalahan pemberian obat kepada pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Moh. Anwar, Sumenep, Jawa Timur kini kini melakukan pengetatan saat pemberian resep dan obat kepada pasien. Saat ini, harus melalui proses verifikasi dan pengawasan yang ketat oleh layanan farmasi.

Menurut Direktur RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati melalui Plt Kepala Farmasi RSUD Moh. Anwar Sumenep, Isti Ana, S. Farm., APT menerangkan, layanan farmasi merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kesehatan di internal rumah sakit.

“Ada empat bagian penting dalam instalasi farmasi rumah sakit,” kata Isti Ana, Plt Kepala Farmasi RSUD Moh. Anwar Sumenep pada hari Jum’at (23/4).

“Bagian pertama yaitu depo farmasi rawat jalan, yang melayani pembuatan obat bagi pasien yang melakuan pemeriksaan di poli rawat inap, baik pasien BPJS, BKN dan juga pasien umum,” Isti Ana menambahkan.

Sementara bagian kedua menurut Isti Ana yakni depo farmasi rawat inap, “tugasnya melayani pasien yang melakukan rawat inap di RSUD,” katanya.

“Dan ketiga yaitu depo farmasi IGD, yang bertugas melayani pasien yang ada di ruangan IGD. Sementara yang terakhir adalah gudang farmasi, yaitu yang melayani mendistribusikan obat ke masing-masing depo atau bagian farmasi,” imbuhnya.

Manurut Isti Ana, kita kan melihat pasien harus menunggu cukup lama saat hendak melakukan pembelian obat di apoteker. Itu tidak lain karena proses peracikan dan penyiapan obat harus melakui proses screening dan verifikasi yang teliti untuk menghindari kesalahan obat.

Baca Juga:  Gelar Vaksin Ulang, Menkes Minta Masyarakat Tak Anarkis

“Maka dari itu kami harapkan pasien lebih bersabar saat menunggu proses peracikan dan penyiapan obat. Obatnya harus kami screening dan verifikasi dengan teliti. Itu juga untuk kebaikan pasien,” jelasnya.

Pihaknya juga memberikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya jika ada hal yang kurang dimengerti. Dengan begitu pasien tidak salah paham.

Ditanya tentang pelayanan dan program ke depan, Isti Ana menjawab, bahwa kedepannya kami melayani pertanyaan yang berkaitan dengan obat, yaitu dengan 5-O.

“Obat ini apa nama dan kandungannya, obat ini apa khasiatnya, obat ini apa dosisnya, obat ini bagaimana cara menggunakannya, dan obat ini apa efek sampingnya. Sehingga keluarga pasien lebih paham hasiat obat-obatan tersebut,” tutupnya. (mh)

Loading...

Terpopuler