Majelis Tinggi Jepang/Foto: vovworld.vn
Majelis Tinggi Jepang/Foto: vovworld.vn

NUSANTARANEWS.CO – Majelis Tinggi Parlemen Jepang mengadopsi sebuah resolusi pada hari Senin untuk mengecam tes rudal balistik (ICBM) terbaru Korea Utara yang melesat keluar angkasa dan jatuh di zona eksklusif Jepang pekan lalu. Resolusi tersebut dengan suara bulat sidang pleno meminta pemerintah untuk memperkuat sanksi sepihaknya terhadap Pyongyang sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Peluncuran ICBM itu telah menunjukkan niat Korea Utara dalam pengembangan program nuklir dan rudalnya yang terang-terangan dianggap mengancam komunitas internasional.

Resolusi tersebut meminta agar Pyongyang menghentikan program nuklir dan rudal balistiknya serta mengupayakan Semenanjung Korea yang bebas nuklir. Resolusi itu juga mendesak negara tersebut menerapkan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB.

Resolusi tersebut juga menyerukan pemerintah Jepang untuk mendesak negara-negara lain dalam menerapkan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB dan meminta pemerintah agar secara penuh bersiap menghadapi situasi darurat apapun serta mengambil tegas guna menjamin keselamatan masyarakat Jepang.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pemerintah akan secara tegas mengupayakan diplomasi agar Korea Utara mengubah kebijakannya. Abe meminta kerja sama negara-negara lain untuk meningkatkan tekanan terhadap Pyongyang.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan bahwa Jepang “tidak akan mentolerir tindakan sembrono semacam itu dan berjanji untuk meningkatkan tekanan politik terhadap Korea Utara “sampai tingkat maksimum.”

“Di bawah aliansi kuat Jepang-AS, kami akan tetap siaga tinggi dan melakukan semua yang kami bisa untuk menjamin keamanan rakyat Jepang,” tambahnya.

Resolusi tersebut menggambarkan peluncuran ICBM sebagai “demonstrasi Korea Utara tentang niatnya untuk melanjutkan pembangunan nuklir dan rudal dan menantang masyarakat internasional secara langsung.”

Korea Utara mengklaim telah berhasil meluncurkan ICBM terbarunya dan sekaligus merayakan keberhasilan rudal Hwasong-15 sebagai simbol status Korea Utara sebagai negara dengan kekuatan nuklir. (Banyu)

Komentar