Connect with us

Inspirasi

Majalah Horison Tak Terbit Cetak Lagi, Guru Ini Kecewa Dengan Pemerintah

Published

on

50 Tahun Majalah Sastra Horison/Foto nusantaranews/Selendang
50 Tahun Majalah Sastra Horison/Foto nusantaranews/Selendang

NUSANTARANEWS.CO – Seorang guru Bahasa Indonesia di MTs Binaul Ummah, Bantul, Yogyakarta mengungkapkan dirinya sangat kecewa dengan sikap pemerintah karena membiarkan majalah sastra Horison tidak terbit cetak lagi hanya karena masalah keuangan. Guru yang dimaksud bernama Siti Muyassarotul Hafidzoh yang merupakan pemerhati dan kolumnis produktif.

Seperti diketahui, majalah sastra Horison setelah genap berusia 50 tahun, tidak terbit cetak lagi, terhitung sejak 26 Juli 2016 lalu. Hal itu disampaikan sendiri oleh Pimpinan Rrdaksi Majalah Horison, Jamal D. Rahman dan salah satu pendirinya, Taufik Ismail di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki (TIM).

“Saya kecewa dengan pemerintah yang membiarkan majalah sastra Horison tidak terbit cetak lagi karena keuangan. Kenapa pemerintah tidak membantu? Lalu, majalah sastra Indonesia apa yang bisa kita banggakan kepada anak-anak Indonesia?,” Keluh Siti saat berbincang dengan Nusantaranews.co di Yogyakarta, Kamis (8/9/2016)?

Sekadar informasi, Majalah Sastra Horison sudah berusia setengah abad, dan kini beralih ke online mengikuti perkembangan teknologi. Perjuangan rutin menerbitkan majalah sastra bulanan diakui Taufik Ismail bukanlah perkara mudah.

“Kebetulan saya kepala sekolah dan mengajar bahasa Indonesia. Saya sangat ingin para siswa lebih mengenal sastra melalui buku atau majalah,” imbuh Siti.

Loading...

Kini, Majalah sastra Horison beralih ke online sejak 2010 silam guna melayani pembaca secara digital.

“Saya hanya meminjam majalah-majalah Horison yang lama untuk mereka (siswa, red) belajar sastra,” keluhnya. (Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler