Connect with us

Politik

Mahfud MD Sebut Kesadaran Pluralisme Elemen Utama Pancasila Sebagai Dasar Negara

Published

on

Mahfud MD/Foto: Dok. Tempo
Salah satu tokoh alumni forum komunikasi Kelompok Cipayung, Mahfud MD/Foto: Dok. Tempo

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Presidium KAHMI Mahfud MD menuturkan diskusi Presiden Joko Widodo dengan para tokoh alumni forum komunikasi Kelompok Cipayung di Istana Kepresidenan berlangsung sekitar 1,5 Jam. Salah satu yang dibicarakan, kata Mahfud, tentang penguatan ideologi sebagai pijakan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila sebagai dasar idiologi negara kita yang salah satu elemen utamanya adalah kesadaran pluralisme,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, di Lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Pluralisme, menurut Mahfud, dimana warga negara hidup bersama di dalam keberbedaan dan tetap bermain untuk memperjuangkan aspirasi berbagai kelompoknya. Namun, lanjutnya, permainan itu di dalam koridor demokrasi yang akan dipagari oleh demokrasi penegakan hukum.

“Presiden sangat setuju dengan itu, demokrasi terus jalan tetapi nasionalisme Pancasila sebagai dasar negara itu harus diperkuat sebagai dasar aturan main bersama,” kata Mahfud.

Selain Mahfud MD, para tokoh alumni forum komunikasi Kelompok Cipayung yang diterima Jokowi di Istana Kepresidenan di antaranya senior HMI Akbar Tanjung, Ikatan Alumni PMII KH Ahmad Muqowam, Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ahmad Basarah, Bernard Nainggolan dari pengurus Persatuan Nasional GMKI, Hermawi Taslim dari Forkroma PMKRI, Theo L Sambuaga, Eros Djarot dan tokoh lain.

Sementara itu, Ahmad Muqowam mengatakan ketika ia melakukan kajian kritis terhadap situasi nasional kembangsaan, keagamaan dan lain-lainnya, Presiden merasa rindu dengan masukan-masukan yang sifatnya idelogis dan menjadi bagian dari dinamika masyarakat. “Ia (Jokowi) sepakat hal-hal yang bersifat mendasar, yakni Pancasila, NKRI, itu perlu penebalan,” tuturnya.

“Kami mengapresiasi yang disampaikan Presiden katanya ada Unit kerja presiden dalam rangka pemantapan idiologi. Saya kira ini saling bersambut antara apa yang dimaui program presiden dengan yang kita lakukan selama ini,” sambung Maqowam. (rsk)

Baca Juga:  Djoko Edhi: Paduka Jokowi, ICOR Darurat yang Harus Anda Gebuk!

Editor: Sulaiman

Loading...

Terpopuler