Budaya / SeniKreatifitas

Mahasiswa UIN Makassar Ikuti IndonesiaNEXT dari Telkomsel di San Fransisco

Mahasiswa UIN Makasar Ikuti Indonesia NEXT Telkomsel di San FransiscoPara mahasiswa yang masuk dalam program IndonesiaNEXT dari Telkomsel berkesempatan menjadi pelajar internasional. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Makassar – Azmil Ihsan, mahasiswi Prodi Keperawatan FKIK Universitas Islam Alauddin Makassar menjadi satu-satunya mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang lolos seleksi program IndonesiaNEXT dari Telkomsel.

IndonesiaNEXT adalah salah satu program masterpiece CSR (Corporate Social Responsibility) Telkomsel berupa training, sertifikasi internasional, communication skill by talk Inc dan qualification panel yang diadakan di 6 kota di antaranya Makassar, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta dan Bandung.

Berita menggembirakan itu disampaikan oleh Siti Aisyah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Alauddin Makasar melalui rilisnya yang diterima redaksi, Sabtu (28/4/2018).

Azmil Ihsan menuturkan, keberhasilannya menjadi 10 IndonesiaNEXT Telkomsel setelah dirinya menyisihkan 11.000 peserta dari seluruh Indonesia. Ihsan telah melewati tahapan seleksi yang ketat, mulai dari pelatihan dan pengujian kemampuan menggunakan aplikasi presentasi dan desain bersertifikasi, kemampuan berkomunikasi di depan publik, hingga pelatihan soft dan hard skills lainnya.

Baca Juga:  Filsafat dan Perannya dalam Kerjasama dan Pembangunan Berkelanjutan Antar Negara BRICS

Babak kualifikasi yang berlangsung pada bulan Oktober hingga November 2017 di 6 kota, menghasilkan 30 besar peserta nasional. Dari total 30 besar nasional ini, disleksi lagi menjadi 10 besar pemenang yang akan diberangkatkan ke San Fransisco dan 20 lainnya akan diberangkatkan ke Singapura.

Azmil Ihsan dari UIN Alauddin Makassar adalah satu dari 10 pemenang yaitu Rahmat Ramdhani dari Universitas Negeri Makassar, Nur Awalia Syahri dari Universitas Hasanuddin, Rahmat Syahputra dari Universitas Indonesia, Alexander Tianara dari Universitas Indonesia, Fatimah Sirin dari Universitas Indonesia, Angela Belinda Cecilia dari Institut Teknologi Bandung, Fathia dari Universitas Islam Indonesia, Cosmas Saktriandio dari Universitas Ciputra dan Aulia dari Universitas Airlangga. Sedangkan Aini Novianty dari Universitas Padjajaran sebagai peserta favorit.

Peserta yang lulus dari ujian sertifikasi pada program IndonesiaNEXT mendapatkan sertifikat keahlian yang dapat digunakan oleh para mahasiswa sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Pada tahap akhir program, para peserta terbaik tingkat nasional dipilih untuk memperoleh pengetahuan mengenai dunia kerja, berkunjung ke beberapa perusahaan teknologi ternama di tingkat internasional di San Francisco, Amerika Serikat.

Baca Juga:  Filsafat dan Perannya dalam Kerjasama dan Pembangunan Berkelanjutan Antar Negara BRICS

Di San Fransisco Azmil Ihsan mengunjungi kantor pusat perusahaan IT seperti Adobe, Facebook, Apple, Google, LinkedIn di Silicon Valley, Silicon Valley Merupakan daerah dimana perusahaan raksasa seperti Youtube, Google, Favebook, Apple bermarkas.

Seperti diketahui Silicon Valley merupakan kawasan tempat berkumpulnya perusahaan besar yang menguasai hampir seluruh dunia juga bertemu dengan Global Talent (Orang Indonesia yang bekerja di perusahaan terkenal).

Azmil Ihsan dkk juga dipertemukan dengan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) dan selanjutnya mengikuti shortcourse di Stanford University, dengan tema How to Think Like Futurist. “Senang merasakan langsung menjadi mahasiswa Stanford, berkeliling di kampusnya dan belajar dengan pelajar lainnya di sini,” ungkap Ihsan.

Stanford University merupakan kampus yang masuk dalam daftar 5 besar universitas terbaik di dunia. Serta menghasilkan lulusan yang terkenal seperti Larry Page (pendiri Google), Jerry Yang (pendiri Yahoo) dan masih banyak lagi.

Azmil Ihsan mengaku banyak mendapatkan kesempatan untuk bertukar pikiran dan ide dengan mahasiswa international dan merasakan langsung hidup berinteraksi dengan mereka. “Kami belajar melihat masalah sebagai suatu kesempatan dan mencari problem solving dari berbagai isu,” kata Azmil Ihsan.

Baca Juga:  Filsafat dan Perannya dalam Kerjasama dan Pembangunan Berkelanjutan Antar Negara BRICS

Pelajaran lain yang didapat selama 10 hari di San Fransisco adalah melihat perkembangan IT di negara ibukota teknologi semacam Amerika Serikat, melatih pendewasaan diri, dan belajar management waktu dan budaya on time di San Fransisco. Selain itu lanjut pria yang studi di Prodi Keperawatan, belajar membangung jaringan atau networking terutama dengan para ahli IT.

Sekembalinya ke Makasar Ihsan akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata dan melanjutkan mengerjakan skripsi. (rb)

Editor: Alya Karen

Related Posts

1 of 3