Connect with us

Rubrika

Mahasiswa PTKIN Kampanyekan Moderasi Beragama ke Malaysia

Published

on

Mahasiswa PTKIN Kampanyekan Moderasi Beragama ke Malaysia

Tiga Mahasiswa PTKIN Saat Mempromosikan Moderasi Beragama ke Malaysia. (Foto Istimewa untuk NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Selangor — Tiga mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), peserta Student Mobility Program mempresentasikan moderasi beragama di Kolej Uiversity Islamic Selangor (KUIS) Malaysia.

Ketiga mahasiswa itu antara lain, Bazlin Fadilah dari UIN Jakarta, Sandra Hidayat dari IAIN Bengkulu dan Mariana Libra Rambe dari UIN Yogyakarta. Mereka merupakan utusan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tampil dengan paper berbahasa Inggris.

Bazlin Fadilah memaparkan, Indonesia adalah negara multikultural yang relatif sukses mempersatukan anak bangsa. “Persatuan (unity) di bangun atas toleransi dan menjadi dasar cara berpikir dan bersikap,” ungkapnya dalam keterangan tertulis dikutip, Minggu (1/12/2019).

“Dengan toleransi meniscayakan antar umat beragama saling hidup damai dan beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya,” sambungnya.

Bagi Bazlin, universitas merupakan ladang para akademisi dalam memiliki peran penting untuk menguatkan moderasi beragama.

Kegiatan Student Mobility Program ini diinisiasi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama bersama Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia, berlangsung tanggal 24-30 November 2019.

Sementara itu menurut Sandra Hidayat perwakilan dari DEMA IAIN Bengkulu mengaku menemukan makna unity in diversity dari lingkungan asalnya. Sebab ibunya memiliki kepercayaan yang berbeda dengan saudaranya. Namun hubungan keluarganya tetap terjalin baik.

“Islam merupakan agama rahmatan lil alamin dan Indonesia menjadi contoh penting, dimana nation state berdiri kokoh dengan spirit agama,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Libra Rambe perwakilan dari UIN Yogyakarta. Ia mengatakan mahasiswa PTKI adalah generasi yang cinta damai, toleran dan inklusif lahir dari pendidikan karakter.

Baca Juga:  HPN 2019, AYH: Pers Harus Selalu Bebas Dari Tekanan Pemerintah

“Nilai-nilai kepedulian, kesadaran untuk menolak kekerasan, saling menghormati, dan humanis telah memperkuat kemanusiaan, kebangsaan dan keagamaan,” ungkapnya.

Pewarta: Romadhon

Loading...

Terpopuler