Connect with us

Politik

M Nasir: Politik Yang Bermartabat Jauh Lebih Penting Dari Sekedar Kemenangan

Published

on

M Nasir: Politik yang bermartabat jauh lebih penting sari sekedar kemenangan.

M Nasir: Politik yang bermartabat jauh lebih penting sari sekedar kemenangan, Senin (8/6). Anggota DPRD Provinsi sekaligus Bakal Calon Wakil Bupati Nunukan, Muhammad Nasir/foto: Eddy Santry

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – M Nasir: Politik yang bermartabat jauh lebih penting sari sekedar kemenangan. Bakal Calon Wakil Bupati Nunukan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nasir menilai bahwa terwujudnya Demokrasi Pancasila tak sekedar cita-cita para aktivis Pro Demokrasi di masa sekarang namun juga menjadi alasan para pendiri bangsa dalam memperjuangkan terbentuknya sebuah negara bernama Republik Indoenesia.

“Sesungguhnya para pendiri negara ini dulu telah menjadikan demokrasi Pancasila sebagai salah satu hal dalam merumuskan keberlanjutan proklamasi. Maka diabadikan lah segala hal yang mencakup tentang proses demokrasi dalam sila keempat dari dasar negara ini,” tutur M Nasir, Senin (8/6).

Sehingga menurut pria yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimatan Utara (Kaltara) tersebut, Kendati saat ini proses Pemilihan Presiden dan Kepala Daerah bukan lagi melalui permuasyawaratan perwalian namun dipilih secara langsung oleh rakyat, bukan berarti Pilpres atau  Pilkada tak sesuai Pancasila.

“Sepanjang dilaksanakan dengan cara yang bermartabat dan menjunjung norma serta etika, Pilkada langsung tentu masih sesuai dengan Pancasila,” ujarnya.

Namun apabila selama proses Pemilihan Umum atau Pilkada diwarnai dengan politik uang, politisasi SARA apalagi sampai penyebaran hoax, ujaran kebencian serta provokasi, hal tersebut bukan lagi sebagai racun demokrasi tapi juga penghianatan terhadap cita-cita luhur para pendiri bangsa yang telah mereka kukuhkan melalui Pancasila.

Lebih lanjut pria yang dikenal masyarakat Nunukan melalui aksi-aksi sosial tersebut mengakui, saat ini Bangsa Indonesia belum sepenuhnya memahami tentang demokrasi yang sebenarnya. Sehingga beberapa perhelatan Pemilu dan Pilkada yang telah dilalui masih sering diwarnai praktik politik uang dan pelanggaran lainnya. Akan tetapi ia meyakini, sepanjang semua pihak dapat bersinergi mewujudkan Pesta Demokrasi yang bermartabat, maka pelan tapi pasti segala pelanggaran terutama politik uang akan dapat terminimalkan.

Baca Juga:  Raja Juli Ajak Dahnil Berlomba Untuk Kebaikan Pasca Ditunjuk Jadi Jubir Prabowo

“Dan pasti hasil dari pemihan tersebut akan berkualitas,” tandas mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Nunukan tersebut.

Nasir juga menilai, bahwa politik uang selain telah mengkebiri demokrasi yang sehat, juga sebagai sarana memelihara kebodohan dan pemangkas cita-cita generasi muda. Ia mengingatkan, tak sedikit putra-putri Nunukan yang punya potensi menjadi pemimpin namun harus terhenti lantaran ketidakmampuan keluarga dalam finansial.

Hal tersebut terjadi lantaran politik uang sudah menjadi tradisi. Apalagi jika mindset yang tertanam di benak masyarakat adalah ‘ siapa yang memberi uang, dia yang dipilih’, maka Nasir menilai, sampai kapanpun kepemimpinan Nunukan hanya akan diwakili oleh pihak-pihak yang berkemampuan lebih dalam ekonomi.

“Padahal tak sedikit putra-putri dari kalangan ekonomi menengah ke bawah itu punya kemauan dan kemampuan sebagai pemimpin. Tapi karena adanya anggapan dan ungkapan yang menyebutkan ‘memilih yang memberi uang’, maka mereka terpaksa harus mengkandaskan cita-citanya,” ujarnya

Untuk itu Nasir mengakui bahwa tujuan dirinya hendak mengikuti Pilkada Nunukan 2020 sebagai Pendamping kandidat Bakal Calon Bupati dari Partainya, yang lebih penting baginya adalah memberi pelajaran kepada masyarakat dengan mewujudkan Pilkada yang bersih, adil dan bermartabat. Karena ia menilai, kesadaran masyarakat dalam memilih Pemimpin sesuai hati nurani adalah hal yang jauh lebih bermanfaat dibanding sebuah kemenangan.

Menurut Nasir, kemenangan  adalah anugerah. Tapi menciptakan proses Pilkada yang bermartabat adalah kewajiban. Dan itu tak hanya dapat dilakukan oleh penyelenggara Pemilu seprti KPUD maupun Bawaslu saja, tapi para pelaku Pilkada seperti kandidat dan Timsesnya serta masyarakat juga sangat berperan. Dan hal tersebut yang menjadi salah satu alasan dirinya berniat turut berkompetisi di Pilkada 2020 mendatang.

Baca Juga:  Perkumpulan Masyarakat Sipil Tolak Calon Wakil Bupati Kulon Progo Berasal Dari Luar Daerah

“Kalau difikir, saya ini adalah anggota DPRD Provinsi. Kenapa saya bersedia ditunjuk oleh PKS sebagai Bakal Calon Wakil Bupati? Karena selain ingin mendarma baktikan jiwa raga saya untuk perbaikan di Nunukan, hal lain yang menjadi alasan adalah karena saya ingin mengajak masyarakat untuk sama-sama menciptakan Pilkada yang bermartabat,” pungkasnya. (ES/ed. Banyu)

Loading...

Terpopuler