Connect with us

Ekonomi

M Nasir : Optimalisasi Lahan Adalah Cara Mewujudkan Swasembada Pangan

Published

on

M Nasir : optimalisasi lahan adalah cara mewujudkan swasembada pangan.

M Nasir : optimalisasi lahan adalah cara mewujudkan swasembada pangan/Foto: Anggota DPRD Kalimantan Utara, Muhammad Nasir.

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – M Nasir : optimalisasi lahan adalah cara mewujudkan swasembada pangan. Ditunjuknya Kabupaten Nunukan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu daerah penyangga pangan untuk ibu kota negara membuat mata publik bertanya tentang potensi dari kabupaten yang wilayahnya sebagian berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut. Banyak yang optimis dan banhkan menyatakan layak, jika Nunukan menjadi penyangga pangan untuk ibukota negara. Namun tak sedkit yang pesimis pada kemampuan Kabupaten Nunukan.

Terkait hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara, Muhammad Nasir menegaskan bahwa selagi ada niat, maka hal tersebut bukan sebuah kemustahilan. Pasalnya, ungkap Nasir, Nunukan adalah wilayah yang kaya akan sumber daya alam baik maritim maupun agraris.

“Tinggal pemanfaatannya saja. Nah sekarang pertanyaannya, sudahkah kita kelola sumber daya alam tersebut secara maksimal,” tukas Nasir, Sabtu (27/6).

Kurang maksimalnya pengelolaan sumber daya alam, lanjut Nasir, dapat dilihat dari luas dan banyaknya lahan – lahan yang saat ini masih terbiarkan menjadi lahan tidur. Padahal apabila lahan – lahan tersebut dikelola secara maksimal, sudah pasti akan menghasilan komoditi yang tak sekedar mampu memberi keuntungan petani semata namun juga akan mampu menopang ketahanan pangan di Perbatasan.

Nasir mencontohkan, kesuksesan Kodim 0911/Nunukan dalam merubah lahan tidur di Nunukan Selatan menjadi hamparan tanaman cabai beberapa waktu lalu seharusnya menjadi edukasi bersama bahwa optimalisasi lahan yang terbiar menjadi lahan produktif adalah sebuah hal apabila diikuti oleh masyarakat, pasti sangat terasa manfaatnya.

“Dari hasil tanam cabai yang dilakukan Kodim Nunukan itu , dalam 1 hektar saja kalau dikalkulasikan sudah mampu mencukupi separuh penduduk Nunukan setiap harinya. Bayangkan kalau  lebih dari itu lahan yang dikelola,” tandas Politisi PKS tersebut.

Baca Juga:  Jaringan Gusdurian Raih Penghargaan Asia Democracy and Human Rights Award 2018

Menurut Bakal Calon Wakil Bupati dari PKS di Pilkada 2020 mendatang tersebut, Cabai adalah contoh kecil. Ada banyak komoditi lain terutama bahan pokok penting pangan yang mampu dibudidayakan di wilayah Nunukan dengan menyesuaikan kultur tanahnya. “Sebagai bukti, masyarakat Krayan sukses dalam olah tani Padi Adan nya, Sebatik juga cocok menjadi lahan padi, wilayah Kabudaya dengan jagung dan sejenisnya,” katanya.

Selain itu, ketergantungan pangan dari daerah lain  yang selama ini dialami masyarakat Nunukan akan dapat dipangkas. Sebagaimana diketahui, saat ini masyarakat Nunukan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sepeti Beras, Gula, Tepung bahkan Cabai masih mengandalkan pasokan dari Sulawesi Selatan, Jawa dan Malaysia.

“Semua itu hanya dapat dipangkas apabila kita mempunyai stok pangan dari daerah sendiri. Dan untuk mewujudkan itu, satu – satunya cara adalah pengoptimalisasian lahan tidur menjadi lahan produktif. Dan hal itu juga harus dibarengi dengan penyediaan insfratruktur pertanian,” ujarnya.

Kenapa insfratruktur pertanian penting, kata Nasir, karena selama ini petani di Nunukan kurang dapat maksimal dalam menjangkau pasar yang disebabkan tak adanya akses jalan untuk mengangkut hasil panennya. Akibatnya, banyak hasil panen yang seharusnya dapat didistribusikan untuk masyarakat, justru malah membusuk di ladang.

“Dan ini sebuah ironi, karena tomat saja mesti harus mendatangkan dari Sulawesi. Padahal di Nunukan sendiri budidaya para petani sangat berlimpah. Untuk itu, jika Nunukan ini benar-benar ingin perubahan yang lebih baik, dalam hal pertanian perlu ada perhatian dan kebijakan yang lebih dari saat ini,” pungkasnya.(ES)

Loading...

Terpopuler