Connect with us

Peristiwa

Lupa Hari Ini Supersemar, Meme Presiden Soeharto Gelitik Netizen

Published

on

Meme presiden Soeharto (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Di tengah hiruk pikuk bangsa hari ini, 52 tahun silam tepatnya 11 Maret 1966, sebuah peristiwa bersejarah terjadi. Dimana Surat Perintah Sebelas Maret atau yang dikenal dengan singkatan Supersemar kepada Soeharto ditandatangani.

Berbeda dengan peringatan-peringatan sebelumnya, di peringatan Supersemar kali ini, beberapa meme yang berisikan foto presiden kedua Indonesia itu ramai jadi perbincangkan netizen (pengguna media sosial), khususnya di Instagram.

Berdasarkan penulusuran Nusantaranews.co, salah satu meme yang ramai dan cukup menggelitik ingatan kolektif warganet, yakni foto presiden Soeharto yang tampak sedang mengisap cerutu dengan gimik wajah tersenyum.

Baca Juga:
Menyingkap Supersemar, Pertemuan Soekarno, HB IX dan KH. Idham Kholid
Memoriam Teka-teki “Supersemar” Suharto

Dalam meme tersebut, tertuliskan caption, “Kalian Terlalu Sibuk, Hingga Lupa Hari Ini Supersemar.” Sontak meme ini pun viral di jejaring media sosial dan memunculkan reaksi beragam dari para netizen.

Surat Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah 11 Maret yang disingkat menjadi Supersemar merupakan surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966.

Meme presiden Soeharto di Instagram (Foto Istimewa)

Meme presiden Soeharto di Instagram (Foto Istimewa)

Surat ini berisi perintah kepada Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu dalam mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

F.X. Baskara Tulus Wardaya dalam bukunya berjudul Membongkar Supersemar menjelaskan pada tanggal 11 bulan Maret tahun 1966 di Istana Bogor, Bung Karno sebagai presiden yang sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata menandatangi surat perintah dengan menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang anggap perlu.

Baca Juga:
Nasakom dan G30S/PKI
Pernyataan Titiek Soeharto Soal Masa Orba Dinilai Menyesatkan (?)

Baca Juga:  Soeharto Diberi Gelar Pahlawan, Eva Sundari: Melukai Mahasiswa yang Berjuang?

Dengan tujuan terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya Pemerintahan dan jalannya revolusi.

Baskara menilai Supersemar menjadi sangat penting karena kelahirannya telah menandai arus-balik berbagai kebijakan dalam negeri maupun luar negeri Indonesia. (*)

Editor: Romadhon

Terpopuler