Connect with us

Ekonomi

Lukas Enembe Tegaskan Berulang-ulang: Orang Papua Butuh Kehidupan, Bukan Pembangunan!

Published

on

Gubernur Papua Lukas Enembe (Foto Dok. Beritasatu)

Gubernur Papua, Lukas Enembe Tegaskan Berulang-ulang: Orang Papua Butuh Kehidupan, Bukan Pembangunan! (Foto Dok. Beritasatu)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Gubernur Papua Lukas Enembe pada kesempatan di acara Mata Najwa, Rabu, 21 Agustus 2019 kemarin secara tegas mengulang-ulang bahwa orang Papua butuh kehidupan, bukan pembangunan.

“Orang Papua butuh kehidupan, bukan pembangunan. Butuh kehidupan!” tegas Lukas Enembe kepada Najwa Shihab dikutip, Jumat (23/8/2019).

Najwa kemudian melontarkan pertanyaan mengenai proyek pembangunan dari pemerintah pusat yang digencarkan di Papua dalam beberapa tahun terakhir.

Lukas menjawab semua proyek-proyek pembangunan infrastruktur disana bukanlah kehendak rakyat Papua. Bahkan ia menegaskan, dari semua proyek tersebut sama sekali tidak dinikmati oleh orang Papua.

“Itu bukan kehendak orang Papua. Orang Papua tidak pernah lewat jalan yang dibangun. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka perlu kehidupan,” ujar Lukas Enembe menegaskan ulang.

Baca Juga: Jimly Asshiddiqie: Papua Harus Didekati Dengan Otak dan Hati, Bukan Kekerasan

Hal ini kemudian diamini oleh Sekjen Federasi Kontras Andy Irfan Junaedi yang sama-sama menjadi pembicara di acara tersebut. “Yah, (orang Papua) butuh kemanuisaan,” ujarnya.

Andy menjelaskan dalam hal Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI), orang Papua asli disebutkan HDI-nya rendah. Untuk itu, dirinya mengatakan secara tegas, bahwa dana triliunan rupiah dari dana otonomi khusus (otsus) sesungguhnya bukan dinikmati oleh orang Papua asli.

“Coba kita cek, dalam hasil pembangunan, Human Development Index di Papua. Orang Papua asli HDI-nya rendah, orang non Papua yang datang ke Papua HDI-nya meningkat. Artinya, siapa yang bisa menikmati  triliunan rupiah dari dana otsus? Bukan orang Papua. Itu fakta,” tegasnya.

Pewarta: Romadhon

Baca Juga:  Ke mana Mengalirnya Cukai Rokok Selama Ini?

Terpopuler