Connect with us

Berita Utama

Luhut: Indonesia Harus Bersiap, Robot akan Banyak Gantikan Tenaga Manusia

Published

on

Polisi Robot Siap Patroli di Dubai/Foto via Time Out Dubai/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan masyarakat Indonesia harus bersiap menghadapi perkembangan teknologi yang tak bisa dihindari.

Dia menyampaikan hal itu depan ratusan mahasiswa saat menjadi narasumber pada acara Sarasehan Kebangsaan yang diadakan di Universitas Islam Malang, Senin (25/9) kemarin.

Menurutnya era robotisasi segera tiba, robot-tobot akan menggantikan tenaga manusia sehingga banyak lapangan pekerjaan yang hilang.

“Beberapa hari lalu pada sebuah konferensi di Hong Kong, terungkap sekarang terjadi fenomena besar. China mulai menggunakan robot pada banyak industrinya. China mulai robotik,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Selasa (26/9/2017)

Luhut mengatakan, bisa saja di masa depan saat para mahasiswa mulai memasuki dunia kerja, perkembangan teknologi berdampak pada mereka, seperti misalnya tenaga manusia tidak dibutuhkan lagi karena sudah tergantikan robot.

“Kalian sebagai generasi muda harus menyiapkan diri dan beradaptasi menghadapi perkembangan ini. Berpikir kreatif, agar bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata Luhut.

Selanjutnya pada acara Ikatan Ahli Geofisika, terkait dengan fenomena robotik yang mulai muncul, Luhut meminta para ahli geologi mengantisipasi keadaan ini.

“Selain robot, mobil listrik saat ini juga sudah mulai diperkenalkan. Ini merupakan tantangan karena menurut penelitian mobil listrik dapat mengurangi penggunaan energi fosil hingga 30 persen. Ini tantangan, kita harus mampu beradaptasi,” ungkapnya.

Menurut Luhut, mobil listrik adalah salah satu alternatif yang diciptakan seiring penurunan produksi migas. “Pemerintah mencatat penurunan produksi minyak dan gas tahun ini. Energi tenaga surya sudah murah. Energi pasang surut juga tengah dikembangkan. Apa Anda masih mau melakukan business as usual? Kita tidak boleh hanya menerima kenyataan,” tuturnya.

Pewarta: Ricard Andhika / Editor: Romandhon

Baca Juga:  Laut Indonesia Lebih Banyak Sampah daripada Ikan

Loading...

Terpopuler