Connect with us

Budaya / Seni

Louis Couperus, Sastrawan Besar Belanda Pernah Tinggal di Indonesia

Published

on

Louis Couperus. (Foto: Wikimedia Commons)

Louis Couperus. (Foto: Wikimedia Commons)

NUSANTARANEWS.CO, Sastra Belanda – Louis Couperus merupakan sastrawan, novelis sekaligus penyair terkemuka berkebangsaan Belanda. Louis Marie-Anne Couperus (nama lengkap) lahir di Den Haag, 10 Juni 1863 dan meninggal di De Steeg, Rheden, 16 Juli 1923 dalam usia 60 tahun. Pada akhir abad ke-19 dan awak abad ke-20, ia diakui sebagai salah seorang tokoh paling terkemuka dalam sastra Belanda.

Penulis Novel De Stille Kracht ini lahir dan besar dalam keluarga bangsawan kaya. Ayahnya John Ricus Couperus adalah seorang hakim, dan kakek buyutnya Abraham Couperus adalah Gubernur Malaka Belanda pada abad ke-18. Sanak keluarganya banyak yang bekerja di pemerintahan setempat di negeri jajahan itu.

Sebagian masa remajanya ia habiskan di Hindia Belanda. Bahkan Louis Couperus pernah mengenyam pendidikan di Batavia (kini Jakarta). Tahun 1878, ia kembali ke Den Haag, Belanda. Di negeri kelahirannya itu, ia menerbitkan beberapa karya awalnya dalam bentuk puisi dan prosa yang kurang berhasil atau kurang mendapatkan perhatian para kritikus.

Novelnya yang berjudul Eline Vere (1888) membuat Couperus masyhur. Novel tersebut merupakan karya naturalis yang kuat dipengaruhi oleh novelis Perancis seperti Émile Zola dan Gustave Flaubert. Mutu novel karya Couperus banyak diakui oleh para sastraawan dunia. Noodlot atau Jejak Langkah Nasib (1891) adalah novel Couperus yang sangat dikagumi oleh Oscar Wilde, dan banyak yang mencatat kesamaan gaya tulisannya antara Noodlot dengan novel Wilde pada 1890 The Picture of Dorian Gray.

Belakangan, karya Couperus ialah De berg van licht (Gunung Cahaya, 1906), sebuah novel yang dekaden dan kasar yang mengambil tempat di puncak Kekaisaran Romawi dan De stille Kracht (1900), sebuah novel mengenai masyarakat kolonial Belanda di Jawa. Novel De Stille Kracht ini baru diterjemahkan dan dipublikasikan di Indonesia pada tahun 2011.

Baca Juga:  Pesona Telaga Sarangan Hadirkan Keindahan Lereng Gunung Lawu

De Stille Kracht diterjemahkan oleh Christina Dewi Elbers tatkala ia berstatus kandidat PhD di Univetsitas Gadjah Mada, menjadi “Kekuatan Diam”. Novel terjemahan ini disambut dengan penuh kegembiraan dan antusiasme pembaca di Indonesia.

Cicit Abraham Couperus, Gubernur Belanda di Malaka pada abad ke-18 ini juga menulis novel-novel psikologis seperti De boeken der kleine zielen (Buku Tentang Jiwa Kecil; 1901-1902) dan Van oude menschen, de dingen, die voorbij gaan… (Tentang Orang Tua dan Hal-hal yang Telah Berlalu; 1906). Kedua novel tersebut mendapat sambuta luar biasa di negara-negara berbahasa Inggris setelah Perang Dunia I.

Novel-novel sejarahnya sangat populer di Jerman. Buku-buku Couperus lebih laku terjual di luar negeri daripada di Belanda yang sangat Calvinistik dan berpikiran sempit pada masa hidupnya. Kendati demikian, karya pengarang Belanda era Belle Epoque ini tetap populer dengan sebutan Haagse romans atan roman-roman Den Haag.

Produktifitas Couperus, menurut sumber terpercaya, didorong oleh desakan kebutuhan keuangan. Karena itu, Couperus banyak sekali menghasilkan karya. Tidak tanggung-tanggung, dia telah melahirkan lima puluh novel dan sejumlah besar kumpulan cerita dan puisinya telah diterbitkan.

Diakui bahwa, Couperus ini merupakan pencerita dan komentator yang tajam, konsisten menerbitkan karya-karya yang kritis dan sukses secara komersial hingga kematiannya secara tiba-tiba pada 1923.

 

Penulis: Achmad S.

Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler