Connect with us

Mancanegara

Lockheed Martin Secara Resmi Telah Menyerahkan F-35 Pertama Kepada Turki

Published

on

Lockheed Martin Secara Resmi Telah Menyerahkan F-35 Pertama Kepada Turki

NUSANTARANEWS.CO – Lockheed Martin secara resmi telah menyerahkan pesawat tempur F-35 pertama kepada Turki melalui sebuah upacara resmi pada 21 Juni 2018 di Fort Worth, Texas. Penyerahan F-35 tersebut adalah untuk digunakan sebagai latihan pilot-pilot tempur Turki. Namun, kehadiran F-35 tersebut belum akan dikirimkan ke Turki sampai 2020 untuk sementara ini.

Israel sendiri hingga upacara penyerahan perdana F-35 kepada Turki – masih meyakini bahwa Washington akan menghentikan penjualan jet siluman tersebut. Tapi sekarang Israel tidak jelas lagi. Menurut sumber resmi Israel mengatakan: “Turki adalah negara anggota NATO di atas kertas saja, bahkan sekarang bekerja sama dengan negara-negara yang menentang AS, tidak hanya dalam kata-kata. Penyerahan ini adalah sesuatu tidak bisa dimengerti.”

Terkait penyerahan perdana jet tempur F-35 tersebut, Menteri luar negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu dalam sebuah wawancara TV mengatakan bahwa presiden AS Donald Trump secara pribadi berjanji akan memastikan pengiriman F-35 Lockheed Martin ke negaranya.

Seperti diketahui, Senat AS melarang rencana penjualan jet tempur F-35 kepada Turki. Larangan tersebut muncul setelah Turki memutuskan membeli sistem pertahanan rudal anti-serangan udara S-400 dari Rusia. Senat juga melihat adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia serta keputusan Presiden Recep Tayyip Erdoğan di Timur Tengah yang tidak sejalan dengan kepentingan AS.

Çavuşoğlu dalam wawancara tersebut juga mengatakan bahwa Presiden Trump akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan Ankara menerima pesawat yang dipesannya dari Lockheed Martin.

Lebih lanjut, Çavuşoğlu membela keputusan Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia dengan merujuk fakta bahwa sekutu NATO, Yunani memiliki sistem anti-pesawat S-300 buatan Rusia.

Para analis militer (Barat) merasa khawatir dengan pembelian sistem rudal paling canggih S-400 Rusia dan jet tempur siluman F-35 oleh Turki. Kekhawatiran para analis militer tersebut terutama melihat kesetiaan Turki terhadap kebijakan luar negeri AS yang mulai goyah dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara Dewan Keamanan Nasional (NSC) menegaskan bahwa Presiden AS memang telah berbicara dengan Erdoğan, tetapi menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa F-35 adalah bagian dari percakapan.

NSC mengatakan bahwa, “Presiden Trump berbicara kepada Presiden Erdogan pada tanggal 26 Juni untuk memberi selamat atas tepilihnya kembali menjadi Presiden Turki dan sekaligus menegaskan kembali ikatan kuat antara AS dan Turki sebagai Sekutu NATO dan mitra strategis,” kata NSC. “Kedua pemimpin berkomitmen kembali untuk upaya menyelesaikan masalah dalam hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama dalam menangani tantangan strategis bersama.” (Banyu)

Terpopuler