Connect with us

Politik

Lieus: Jokowi Sudah Banyak Berubah, Dulu Halus Kini Kasar dan Sarkastis

Published

on

lieus sungkharisma, menabok rakyat, pernyataan megawati, pernyataan jokowi, jejak digital, jokowi kasar, jokowi sarkastis, nusantaranews

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tokoh masyarakat Tionghoa Lieus Sungkharisma mengapresiasi Megawati Soekarnoputri yang mengajak simpatisan PDIP untuk tidak memilih pemimpin yang hendak memukul kepala dengan telapak tangan (menabok) rakyat yang memberitakan miring tentang Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan Mega itu menjadi buah bibir netizen usai videonya viral beredar di media sosial. Video yang diunggah itu kontan mendapat tanggapan beragam dari para pengguna medsos.

Baca juga: Curhat Isu PKI Lagi, Gimmick Jokowi Meminta Dikasihani Masyarakat

Pernyataan yang dimuat dalam video tersebut seolah kontekstual dengan pidato Jokowi dalam sebuah kesempatan baru-baru ini yang menyebut dirinya geram dan hendak menabok mereka yang kerap menuduh dirinya keturunan PKI.

“Jejak digital itu tak kan bisa dihapus. Pernyataan Pak Jokowi itu jadi bumerang yang menghantam dirinya sendiri,” ujar Lieus dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Lieus menilai, sudah banyak perubahan terjadi pada diri Jokowi, sosok yang selama ini pernah dikenalnya. “Dia tidak seperti Jokowi yang saya kenal dulu. Kini omongan pak Jokiwi sudah mirip Ahok,” sebut koordinator forum rakyat ini.

Indikasinya, kata dia, Jokowi yang dulu jika bicara bahasanya halus. Kini, berubah menjadi kasar dan sarkastis. “Setelah memakai istilah sontoloyo dan gendoruwo, belakangan dia juga mau nabok rakyatnya. Semua kata yang dia pakai dalam pidatonya itu sangat tak patut keluar dari mulut seorang presiden,” imbuhnya.

(nvh/anm)

Editor: Novi Hildani

Advertisement
Advertisement

Terpopuler