Connect with us

Hukum

Lewat Surat Terbuka, Romahurmuziy Minta Maaf Kepada Rakyat Indonesia

Published

on

romahurmuziy, ketum ppp, surat terbuka, gedung kpk, nusantaranews

Surat terbuka Ketum PPP, Romahurmuziy usai ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus suap. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketum PPP, Romahurmuziy menitip surat terbuka saat keluar dari Gedung KPK pada Sabtu (16/3/2019).

Saat keluar dari Gedung KPK, pria yang karib disapa Rommy itu sudah mengenakan rompi orange khas tahanan KPK.

Kepada awak media yang sudah menantinya, politisi partai berlambang Ka’bah itu memberikan surat terbuka.

Berikut isi lengkap dari surat terbuka yang ditulis Rommy tersebut.

SURAT TERBUKA UNTUK INDONESIA

Saya ingin memulai dengan pepatah Arab; Musibah yang menimpa suatu kaum akan menjadi manfaat dan faidah untuk kaum yang lain.

Saya merasa dijebak dengan sebuah tuduhan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, dan saya rencanakan. Bahkan hasratpun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tahu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka.

Loading...

Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan, bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah resiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-relegius yang moderat.

Kejadian ini juga menunjukkan inilah resiko dan sulitnya menjadi salah satu publik figur yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Inilah resiko pribadi saya sebagai pimpinan yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya!

Kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air, rekan-rekan pengurus DPP, DPW, DPC, PAC dan Ranting, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan, karana waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dari mampu untuk melewati ambang batas parlemen. Saya akan segera mengambil keputusan terbaik untuk organisasi setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini.

Demikian penggalan penting isi surat terbuka yang dituliskan Rommy usai kelaur dari Gedung KPK. Hal-hal lain disampaikan dia untuk keluarga dan kerabatnya yang redaksi tak melanjutkannya.

Rommy bersama dua pejabat lainnya kini ditahan KPK setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus suap di lingkungan Kementerian Agama.

(eda)

Editor: Eriec DIeda

Terpopuler