Connect with us

Gaya Hidup

Letkol Yordan Minta Para Milenial di Nunukan Bijak Dalam Bermedia Sosial

Published

on

Letkol Yordan minta para Milenial di Nunukan bijak dalam bermedia sosial.
Letkol Yordan minta para Milenial di Nunukan bijak dalam bermedia sosial.

Letkol Yordan minta para Milenial di Nunukan bijak dalam bermedia sosial/Foto: Komandan Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif Rider 623/BWU, Letkol Inf. Yordania.

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Letkol Yordan minta para Milenial di Nunukan bijak dalam bermedia sosial. Dalam era globalisasi seperti saat ini, media sosial memegang peranan yang sangat penting dalam kebutuhan bersosialisasi dan komunikasi. Hanya dalam satu genggaman, seluruh manusia kini bisa dengan mudahnya bertukar informasi, mengakses gambar atau video, hingga pengetahuan baru tanpa celah.

Para pengguna media sosial pun tak mesti dari golongan tertentu namun hampir semua umur kini mahir berinteraksi di dunia maya tersebut. Tak terkecuali dengan para kawula muda di Nunukan, Kalimantan Utara, kecenderungan mereka dalam menggunakan gadget dari hari ke hari semakin memperkihatkan peningkatan.

“Sebagai makhluk sosial dan pelaku dari era globalisasi, maka modernisasi terutama dalam menggunakan internet adalah sebuah hal yang tak dapat dihindari,” tutur Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Batalyon Rider 623/BWU, Letkol Inf. Yordania di Makotis, Nunukan, Kaltara, Minggu (3/1).

Sehingga apabila melihat hal tersebut, Yordan menilai bahwa media sosial telah menjadi salah satu sarana vital dari dalam peradaban dengan berbagai aplikasi, para penggunanya dapat memperpendek jarak dan waktu dalam berkomunikasi yang dari hal tersebut kekerabatan akan semakin rekat dan bertambah.

“Hampir semua kegiatan baik sosial dan bisnis kini dapat dilakukan dengan sistem daring. Ini sudah pasti hal yang menguntungkan bagi masyarakat terutama para milenial yang notabene agen dari perubahan,” ujarnya

Namun setiap hal ada plus minusnya, bergitu pula dengan media sosial Yodan mengingatkan bahwa dibalik sisi posiitif juga ada sisi negatif yang apabila tak mampu memgendalikanya, kerugian bukan hanya akan menimpa penggunanya saja akan tetapi dapat menimbulkan keresahan yang merugikan banyak pihak.

Baca Juga:  Massa 212: Kerumunankah?

“Yang harus diwaspadai adalah, sekarang marak terjadinya penyalahgunaan medsos seperti penyebaran hoax, penyebaran ujaran kebencian, dan hal-hal fatal lainnya yang bisa merugikan banyak pihak,” tandasnya

Perwira yang dikenal akrab dengan masyarakat itu mewanti-wanti agar para milenial di Nunukan benar-benar bijak dalam menggunakan kemampunya dalam bermedia sosial. Media sosial memang memberikan kebebasan bagi para penggunanya, tetapi bukan berarti bebas pula tanpa ada batasan.

Apalagi, ungkap Yordan, kawula muda adalah generasi yang masih rentan terjangkit propaganda. Sehingga benar-benar harus mempunyai filter saat menggunakan, memahami, menyimpulkan maupun ikut menyebarkan sesuatu konten di media sosial.

“Kritis itu perlu, tapi selalu ada sekat antara kritikan dengan hujatan. Terlebih apabila disertai dengan penyampaikan berita bohong atau hoax, tentu media sosial yang seharusnya berfungsi sebagai sarana perekat silaturahim justru menjadi sarana perpecahan,” ungkap Yordan

Para milenial harus tahu bahwa hoax biasanya sengaja dibuat untuk mencapai tujuan tertentu dan mendapatkan keuntungan dari dampaknya. Informasi palsu akan lebih cepat viral jika dibagikan dan semakin banyak visitors pada situs tersebut maka pemiliknya akan mengantongi penghasilan berupa uang.

Trafik visitors yang besar juga akan meningkatkan kepopuleran situs tersebut. Dalam beberapa kasus, hoax juga digunakan sebagai media untuk adu domba, menyebar fitnah, mencemarkan nama baik, membuat kepanikan serta menjatuhkan orang atau golongan tertentu.

“Untuk itu saya minta kepada para pengguna medsos terutama milenia, apabila menjumpai informasi atau berita dengan judul provokatif, sebaiknya mencari referensi serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda sehingga kita bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang,” pintanya

Dan yang tak kalah penting menurutnya, milenial harus mempunyai kecerdasan dan kedewasaan berpikir dalam membagikan suatu informasi atau berita. Sehingga tak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum jelas asal usulnya. Yordan mengingatkan, selain jerat hukum telah menanti, siapapun yang ikut menyebarkan hoax, ujaran kebencian dan hasutan akan bertanggung jawab terhadap dampaknya.

Baca Juga:  Peringati HGN dan PGRI, Pemkab Nunukan Bagikan Sembako di Sebatik

“Pesan saya, gunakan media sosial untuk menyebarkan manfaat. Karena saat berselancar di dunia maya, jari-jari kita ibarat binatang berbisa yang akan siap memangsa apabila kita tak mampu menjaganya,” tutup Yordan.

 

Loading...

Terpopuler