LAZISKU Berdayakan Milenial Melalui Pelatihan Digipreneur

LAZISKU berdayakan milenial melalui pelatihan digipreneur
LAZISKU berdayakan milenial melalui pelatihan digipreneur.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – LAZISKU berdayakan milenial melalui pelatihan digipreneur. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Kemandirian Umat (LAZISKU) menggagas pemberdayaan ekonomi milenial melalui pelatihan Digital Intrepreneurship (Digipreneur).

Digipreneur tahap pertama diselenggarakan Jumat, 25 Februari 2022 diikuti 20 peserta dari kawasan Jakarta dan Bekasi.

“Bisnis digital merupakan bisnis masa depan dan bisa dilakukan dengan modal yang sangat kecil, jadi tepat menjadi kegiatan bisnis kalangan milenial,” ujar Direktur Eksekutif LAZISKU As’ad Nugroho, ketika memberi pengarahan pada pelatihan Digipreneur, di Kantor LAZISKU, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

As’ad menyatakan, sesuai dengan visi besar LAZISKU untuk membangun kemandirian umat melalui penyaluran zakat produktif, Digipreneur adalah salah bentuk rintisan program yang akan terus digalakkan.

“Para peserta adalah mustahik yang memiliki minat di bidang bisnis digital. Kita berharap mereka akan menjadi bisnisman sukses dan menjadi Muzakki di masa depan,” tambah As’ad.

Peserta dan penerima manfaat program pelatihan Digipreneur mendapatkan materi tentang seluk beluk bisnis digital dan mendapatkan bantuan modal bergulir untuk mengawali kegiatan bisnis.

As’ad menyatakan, ke depan LAZISKU juga akan meluncurkan program Daipreneur, yakni dai yang memiliki wawasan entrepreneurship dan membangun kader kader entrepreneurship di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Sementara itu Dede Budiyarto, praktisi bisnis digital yang menjadi pembicara menyatakan peluang bisnis digital sangat terbuka lebar.

Banyak kalangan muda yang sukses merintis dengan bisnis digital justru di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Dede menyatakan, bisnis digital membutuhkan etos kerja dan kesungguhan untuk mencapai sukses. Praktisi bisnis digital juga harus mau terus belajar dan mengikuti tren yang berlaku. Karena bisnis ini selalu berkembang setiap saat sehingga pelaku bisnis digital mesti bisa beradaptasi dengan perubahan. (Red)