Connect with us

Politik

Laura Hafid Jadi Orang Pertama Ambil Formulir Cabup Nunukan di Kantor PDIP

Published

on

Laura Hafid Jadi Orang Pertama Ambil Formulir Cabup Nunukan di Kantor PDIP. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Eddy Santri)

Laura Hafid Jadi Orang Pertama Ambil Formulir Cabup Nunukan di Kantor PDIP. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Eddy Santri)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sejak Dewan Pimpinan Cabang PDIP menggelar penjaringan bakal calon bupati (cabup) dan wakil bupati Nunukan periode 2021-2025, petahana Asmin Laura Hafid jadi orang pertama yang ambil formulir cabup Nunukan.

“Bismilllahirahmanirrahim, saya menyatakan untuk turut serta kembali dalam kompetisi Pilkada 2020,” kata Laura di Sekretariat DPC PDIP Nunukan, Jl Sei Fatimah, Nunukan Kalimantan Utara, Selasa (10/9/2019).

Didampingi timnya, Laura tiba sekitar pukul 10:15 WITA. Usai mengambil formulir pendaftaran, politisi partai Hanura tersebut menyatakan optimis akan kembali diusung PDIP pada perhelatan Pilbub mendatang. Ia pun menyatakan siap untuk mengikuti segala tahapan dari DPP PDI P sebagai syarat keluarnya rekomendasi kelak.

“Sudah pasti saya optomis. Apalagi saya dengan PDIP mempunyai sejarah kebersamaan dalam membangun Nunukan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Sibuk Gosip 2024, Sandi: Persoalan Ekonomi di Masyarakat Akhirnya Terlupakan

Loading...

Dirinya beralasan mengingat Pilkada 2015 lalu, PDIP juga menjadi salah satu Partai yang mengusungnya selain dari PKS dan Hanura. Kala itu, Laura berpasangan dengan Faridil Murad menang setelah mengalahkan tiga rivalnya yakni pasangan Basri-Yepta, Asmah-Andi Kasim dan pasangan Mashur-Selutan Tadem.

Sementara untuk Pilkada 2020 ini, Laura memberikan sinyal tidak kan lagi berpasangan dengan Faridil Murad. Hal tersebut terungkap saat disinggung tentang sosok yang akan mendampinginya sebagai calon wakil bupati, Laura menyatakan timnya masih sedang menjaring sejumlah nama.

“Kemungkinan tidak lagi berpasangan dengan beliau (Faridil-red). Karena kabarnya beliau akan ikut serta di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara,” ungkapnya.

Walaupun profesionelitas adalah syarat untuk menjadi calon wakilnya, namun Laura tak menampik bahwa nuansa primordial terutama keetnisan serta kewilayahan adalah hal yang tak bisa diabaikan. Hal tersebut menurut Laura juga sebagai kesempatan kepada para putra-putri daerah Nunukan untuk tampil sebagai pemimpin.

Baca Juga:  Kementerian ESDM Disebut Mainkan Proyek Jaringan Gas untuk Rumah Tangga Senilai Rp 202,9 Miliar

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Nunukan, Lewi mengapresiasi Laura Hafid yang mengambil formulir bakal calon bupati Nunukan di partainya. Ia mengaku PDIP membuka diri dan terbuka bagi siapa saja yang akan mencalonkan diri sebagai Bupati nantinya.

“Jadi nanti semua berkas akan diseleksi mulai dari tataran DPC, DPD hingga DPP. Selain itu akan dipantau langsung oleh badan survei internal PDIP, dan itu menjadi barometer Balon Kada untuk kita usung,” ujar Lewi.

Pewarta: Eddy Santri

Loading...

Terpopuler