Connect with us

Kreatifitas

Laskar Digital Aceh Sulap Curhatan di Media Sosial Jadi Buku

Published

on

Anggota Laskar Digital Aceh, Muhammad Arista Rahmadhani menulis buku berjudul Titik-Titik Rindu. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Banda Aceh – Anak muda berbakat yang tergabung dalam laskar digital GenPI Aceh menorehkan karya. Berawal dari ungkapan hati yang hanya sebatas tulisan biasa pada postingan di media sosial, kemudian disulap menjadi antologi puisi yang diterbitkan dalam sebuah buku.

Adalah Muhammad Arista Rahmadhani, seorang pria berdarah Aceh Jaya yang lahir 21 tahun silam dan sedang menempuh pendidikan S1 Prodi Pendidikan Kimia di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Sejak beberapa tahun ini, ia mulai mencintai dunia menulis. Baginya menulis menjadikan ia benar-benar menjadi sosok yang diceritakan.

Coretan puisinya pun telah menjelma menjadi lembaran-lembaran puitis yang terangkum dalam sebuah buku dengan judul Titik-Titik Rindu. Antologi puisi itu berisi 140 halaman menjadikannya sebuah karya yang begitu diminati oleh masyarakat khususnya kawula muda.

“Sampai nulis buku berawal dari tahun 2013 yang sering mengungkapkan sesuatu di Facebook, lalu terus berkelanjutan hingga buat blog, dan ngeshare di sosial media lainnya. Seiring berjalannya waktu tulisan berbentuk puisi itu banyak yang suka, ada yang request dan ada juga yang mengkritik tentang cara penulisan penggunaan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) hingga pernah dibaca oleh penulis dan disukai oleh beberapa penulis yang sudah lebih dulu menggeluti ini,” kata Arista tentang cikal bakal penerbitan antologi buku puisinya ini.

Hingga pada pertengahan 2017, kata Arista, banyak pembaca yang menyarankan agar puisi-puisinya dibukukan.

“Banyak pembaca di sosial media memberikan saran untuk puisi-puisi tersebut dibukukan saja sebagai sebuah karya dan alhamdulillah tahun ini terwujudkan,” sebut pemuda yang juga Duta Wisata Aceh Jaya 2016 ini.

Ini merupakan suatu pencapaian baru yang dilakukan oleh anggota laskar digital, selain mempromosikan pariwisata juga bisa menuangkan karya sastra dalam baik-baik puisi, bukan tidak mungkin keindahan destinasi nantinya juga bisa dibuat dalam puisi.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum GenPI Aceh Reyhan Gufriyansyah di sela-sela ngopi sore di Banda Aceh. “Tentunya suatu kebanggaan tersendiri bagi GenPI Aceh ketika teman-teman GenPI tidak hanya mempromosikan pariwisata melalui sosial media, tetapi juga bisa menghasilkan karya-karya lain yang cukup menarik,” ungkap Reyhan.

“kita akan terus mendukung dan menanti karya-karya terbaru lainnya dari kawan-kawan GenPI yang bisa menginspirasi teman-teman lainnya untuk terus berkarya dan melahirkan ide-ide positif lainnya,” tambahnya.

Antologi puisi Titik-Titik Rindu karya Arista ini yang diterbitkan oleh Ellunar hingga saat ini belum tersedia di toko-toko buku.

Pewarta: Alya Karen

Komentar

Continue Reading
Advertisement

Terpopuler