Berita UtamaEkonomiLintas NusaPolitikTerbaru

Langkah Solutif Pemkab Pamekasan Pulihkan Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid-19

Langkah Solutif Pemkab Pamekasan Pulihkan Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid 19
Langkah solutif Pemkab Pamekasan pulihkan ekonomi masyarakat terdampak Covid 19/Foto: Fattah Jasin Wakil Bupati Pamekasan.

NUSANTARANEWS.CO, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten Pamekasan bertindak cepat menangani dampak krusial akibat pandemi Covid 19. Mereka telah memberikan berbagai program pemulihan ekonomi bagi masyarakat.

Fattah Jasin mengungkapkan, terdapat 1.800 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengalami penurunan penjualan dan bahkan sampai gulung tikar imbas kerasnya efek pandemi.

Selain itu, dia mengatakan terdapat sembilan destinasi wisata sepi pengunjung. Akibatnya, ada sekitar 500 pelaku seni dan wisata yang mengalami penurunan penghasilan.

Lebih parahnya lagi, terdapat 3667 industri kecil dan menengah yang terpaksa dinonaktifkan. Serta ada 1490 ojek online minim pelanggan sebab virus korona yang melanda negara Indonesia.

“Para pelaku ekonomi di sekolah-sekolah juga mengalami dampak ekonomi akibat Covid 19, mereka tidak berjualan karena sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh,” tuturnya.

Dengan demikian, salah satu upaya yang dilakukan untuk menangani penurunan perekonomian masyarakat, Pemkab Pamekasan berinisiatif untuk memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah.

Baca Juga:  PSI Kaltara Memanggil Masyarakat Untuk Bergabung Sebagai Caleg 2024

Selain pinjaman itu, Pemerintah telah memberikan bantuan stimulan kepada para pelaku UMKM melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Strategi lainnya yang dicanangkan Pemkab Pamekasan adalah mencetak usahawan lokal berkualitas dengan mengadakan program Wirausaha Muda (WUB) serta pembentukan desa tematik di setiap kecamatan.

Sebabnya, Fattah Jasin mengungkapkan bahwa pihaknya mengharap pembentukan desa tematik itu lebih dimaksimalkan lagi. Hal ini menjadi langkah tepat untuk menguatkan perekonomian masyarakat lewat potensi lokal masing-masing daerah.

“Sebagian pembangunan infrastruktur juga kita lakukan secara swakelola bersama masyarakat setempat, tidak kontraktual. Ini juga penting, karena visi misi pak bupati ingin mensejahterakan masyarakat merata dari bawah, berkeadilan,” pungkas Fattah Jasin. (mh)

Related Posts

1 of 31