Connect with us

Peristiwa

Lagi, Wartawan Diduga Diintimidasi Oknum Polisi Saat Liput Demo

Published

on

Stop kekerasan terhadap wartawan. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Stop kekerasan terhadap wartawan. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Seorang wartawan diduga kembali mendapat intimidasi dari oknum polisi saat meliput demo mahasiswa, Selasa (24/9) malam di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Dalam video yang beredar, terekam jelas bagaimana seorang wartawati mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari oknum polisi saat hendak mengambil gambar.

Kabar yang beredar di Grup WhatsApp wartawan, korban adalah Ajeng, salah satu wartawan Kompas.com. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.

Dalam rekaman video tersebut, korban sempat dibentak dan dilarang untuk mengambil gambar untuk keperluan jurnalistik. Akibatnya, adu mulut terjadi antara wartawan dengan oknum polisi.

Ngapain kamu videoin,” bentak oknum polisi.

Loading...

“Enggak usah diviralkan, maksudnya apa ini,” kata oknum polisi yang meminta aktivitas perekaman dihentikan.

“Saya wartawan pak,” jawab si wartawan.

“Bapak ini hak saya, bapak tahu UU Pers nggak?” ujarnya kembali kepada oknum polisi.

“Enggak, enggak, enggak, kenapa? hah?” jawab polisi mengintimidasi lagi.

Bidik layar seorang anggota kepolisian mengintimidasi wartawati saat meliput peristiwa penangkapan mahasiswa saat berdemo di gedung DPR RI, Selasa (24/9/2019). (Foto: Istimewa)

Bidik layar seorang anggota kepolisian mengintimidasi wartawati saat meliput peristiwa penangkapan mahasiswa saat berdemo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Selasa (24/9/2019). (Foto: Istimewa)

Kasus serupa juga dialami wartawan media nasional NTV, Amelinda Zaneta. Ia mengaku diintimidasi aparat kepolisian saat meliput aksi demo mahasiswa di sekitar Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9) malam.

Dalam keterangan tertulis, Amel saat mencoba meliput demo mahasiswa tersebut HP yang digunakan untuk mendapatkan informasi dirampas dan dihancurkan oknum polisi. Ia menceritakan kronologi singkat pada saat kejadian nahas tersebut.

“Kejadiannya pada saat saya di dalam GBK (Gelora Bung Karno). Pada saat itu terdengar teriakan mahasiswa yang meminta tolong kepada rekan-rekannya karena ada mahasiswa yang ditangkap oleh polisi. Setelah itu, mahasiswa berusaha memanjat pagar untuk menyelamatkan temannya dari tangkapan polisi,” kata Amel kepada media, Jakarta, Rabu (25/9).

Baca Juga:  Kan Kuhapus Air Matamu - Puisi Karya Fahri Hamzah

“Sontak melihat dan mendengar teriakan mahasiswa itu, saya menghampiri mahasiswa tersebut dan saya bilang ‘kamu gak usah manjat pager, saya wartawan, biar saya saja yang ngecek’. Akhirnya saya yang manjat pager, dan gak lama kemudian saya dihampiri polisi. Dan terjadilah perampasan HP saya, dan langsung dihancurin yang tersisa hanya kepingan-kepingannya aja,” imbuh Amel.

Tak hanya itu, memori dan simcard pun dibawa oleh oknum polisi yang mengintimidasi Amel. Ia sangat menyayangkan tindakan represif dari aparat kepolisian yang tidak menanyakan terlebih dahulu apakah Amel pendemo atau wartawan yang sedang meliput.

Pewarta: Romadhon
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler