Connect with us

Peristiwa

Kyai Ma’ruf Sebut Munas dan Konbes NU Miliki Kedudukan Strategis

Published

on

Ma'ruf Amin. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Ucok AA)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sebagai majelis tertinggi kedua setelah muktamar, Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas dan Konbes) NU menurut Rais ‘Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin merupakan forum yang tinggi kedudukannya dan sangat strategis.

Oleh karena itu, dirinya berpandangan bahwa sangat tepat bila majelis ini dijadikan sebagai momentum untuk menata dan memajukan NU dan sekaligus dijadikan sebagai wahana untuk turut menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

“Dua bidang itu yang menjadi perhatian dan tujuan dari Munas dan Konbes NU saat ini, agar NU terus berperan dan terus relevan bagi kebutuhan umat dan bangsa,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jum’at (17/11/2017).

Dalam Munas-Konbes ini dibahas secara bersamaan, masail diniyah, masalah keorganisasian dan kemudian merumuskan berbagai macam rekomendasi. Ketiga bidang tersebut saling berkait yang dijalankan dalam rangka kerja yang utuh yang akan menjadikan agenda besar NU ke depan baik dalam masalah kemasyarakatan dan kenegaraan.

Kyai Ma’ruf Amin menilai berbagai persoalan tersebut perlu dikaji, dibahas dan dicari jalan keluarnya dengan langkah-langkah antara lain; mencari dan menetapkan dasar hukum. Kemudian merumuskan menjadi sebuah konsep utuh. Sebelum akhirnya, mencari jalan keluar untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi NU dan bangsa ini. Dengan langkah ini diharapkan kita bisa menyelesaikan berbagai masalah dengan baik.

“Dalam menjalanklan kebijakan organisasi baik yang berkaitan dengan masalah kemasyarakatan apalagi dalam soal politik kenegaraan kita memerlukan landasan hukum syar’i yang kokoh,” sambungnya.

Selain itu, lanjut dia, membutuhkan konsep yang matang, utuh dan komprehensif. Selanjutnya dibutuhkan kerangka kerja yang operasional. “Ini yang perlu digarap dalam Munas-Konbes,” terangnya. (*)

Editor: Romandhon

Baca Juga:  Minta Polisi Proses Hukum Ahok, PWNU Jatim Tuding Ahok Nistakan KH. Makruf Amin

Terpopuler