Connect with us

Budaya / Seni

Kutulis Engkau di Kaki Gamalama

Published

on

Kaki Gamalama. (FOTO: goodnewsfromindonesia.id)

Kaki Gamalama. (FOTO: goodnewsfromindonesia.id)

Puisi Nuriman N. Bayan

VI

Vi, aku mencintaimu
dari sabang sampai maraoke
dari musim gugur hingga musim hujan
dari musim pala hingga musim cengkeh
dari musim banjir hingga musim ombak
dari satu tanjung ke satu teluk hingga ke satu peluk.

Ternate, 08 November 2017.

MEMINANG HUJAN

Kau hujan dan aku bujang
ada baiknya kita menikah
biar damai. biar rahimmu
melahirkan kata kata saleh dan salelah
biar aku dipanggil ayah, dan kau dipanggil ibu.

Kau hujan dan aku bujang
ada baiknya kita menikah
biar damai. biar rahim kata katamu
melahirkan puisi puisi saleh dan salelah
biar aku dipanggil kakek, dan kau dipanggil nenek.

Ternate, 06 November 2017.

KUTULIS ENGKAU DI KAKI GAMALAMA

Kutulis engkau di kaki Gamalama
dengan tangan tapi bukan tangan
dengan pena tapi bukan pena
dengan tinta tapi bukan tinta
di kertas tapi bukan kertas
dengan kata tapi bukan kata kata.

Kutulis engkau di kaki Gamalama
tentang langit tapi bukan langit
tentang matahari tapi bukan matahari
tentang bintang tapi bukan bintang
tentang bulan tapi bukan bulan
tentang awan tapi bukan awan
tentang angin tapi bukan angin
tentang hujan tapi bukan hujan.

Kutulis engkau di kaki Gamalama
tentang tanah tapi bukan tanah
tentang bukit bukan tapi bukan bukit
tentang sungai tapi bukan sungai
tentang pohon tapi bukan pohon.

Kutulis engkau di kaki Gamalama
tentang laut tapi bukan laut
tentang ombak tapi bukan ombak
tentang ikan tapi bukan ikan
tentang tanjung tapi bukan tanjung
tentang teluk tapi bukan teluk
tentang pantai tapi bukan pantai
tentang pasir tapi bukan pasir.

Baca Juga:  Memanasnya Suhu Politik 2019 Dinilai Akibat Gesekan Kepentingan Elite

Kutulis engkau di kaki Gamalama
tentang manusia tapi bukan manusia
tentang hewan tapi bukan hewan
tentang bodoh tapi bukan bodoh
tentang pintar tapi bukan pintar
tentang salah tapi bukan salah
tentang benar tapi bukan benar
tentang bohong tapi bukan bohong
tentang jujur tapi bukan jujur
tentang adil tapi bukan adil
tentang bijak tapi bukan bijak.

Ternate, November 2017.

Nuriman N. Bayan atau lebih dikenal dengan Abi N. Bayan, lahir di Desa Supu Kecamatan Loloda Utara Kab. Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada 14 September 1990. Anak dari Hi. Nasir Do Bayan, dan Rasiba Nabiu. Anak keenam dari sembilan bersaudara. Karyanya dipublikasikan dalam media daring dan tergabung dalam antologi Kita Halmahera, Kitab Puisi Penyair Maluku Utara (Garasi Genta, 2017), Embun-Embun Puisi (Perahu Litera, 2017), Langit Senja Jatigede (Proses Penerbitan). Kini tinggal di Ternate Utara.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler