Connect with us

Budaya / Seni

Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 Umumkan 10 Besar Karya Terbaik

Published

on

Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. Ilustrasi NusantaraNews.co

NusantaraNews.co, Jakarta – Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) sebagai sebuah ajang penghargaan bagi dunia kesusastraan Indonesia yang didirikan oleh Richard Oh dan Takeshi Ichiki, tahun ini kembali digelar. Ajang penghargaan yang dilaksanakan sejak tahun 2001 ini telah mengumumkan 10 karya terbaik dari tiga kategori.

Setiap tahunnya, karya-karya sastra baik berupa puisi, prosa, maupun nonfiksi yang terbit dalam kurun waktu 12 bulan terakhir kemudian melalui proses seleksi ketat di meja tim dewan juri.

Melalui akun Facebook sang pendiri penghargaan tersebut, Richard Oh, hajatan yang awalnya bernama Khatulistiwa Literary Award (KLA) ini mengumumkan daftar 10 besar karya terbaik Kusala Sastra Khatulistiwa ke-17, Sabtu, 9 September 2017.

Tahun 2017 ini terdapat tiga kategori yang masing-masing telah menyeleksi berbagai karya hingga mendapatkan 10 besar. Yakni, kategori Fiksi, puisi, serta kategori Tambahan Tahun ini: Karya Perdana dan Kedua.

Berikut ini 10 besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke-17 kategori Fiksi dan Puisi serta kategori Tambahan Tahun ini yakni kategor Karya Perdana dan Kedua. Kesepuluh nominator di bawah ini disusun secara acak:

A) Kategori Fiksi

1. Pagi Yang Miring Ke Kanan karya Afrizal Malna
2. Tanah Surga Merah karya Arafat Nur
3. Pingkan Melipat Jarak karya Sapardi D.Damono
4. Saya Tidak Boleh Berbicara Sejak Bayi Demi Kebaikan-Kebaikan karya Edi A.H Iyubenu
5. Calabai: Perempuan Dalam Tubuh Lelaki karya Pepi Al-Bayqunie
6. Cerita Tentang Tuan Kecil dan (Sedikit) Tentang Tuan Besar karya Wendoko
7. Bakat Menggonggong karya Dea Anugrah
8. Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusminana
9. Telembuk, Dangdut dan Kisah Cinta Yang Keparat karya Kedung Darma Romansa
10. Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikwan

B) Kategori Puisi

1. Ludruk Kedua karya Dadang Ali Murtono
2. Badrul Mustofa karya Heru Joni Putra
3. Di Ampenan Apa Lagi Yang Kau Cari karya Kiki Sulistiyo
4. Blitar Di Pintu Samar karya W. Haryanto
5. Bekal Kunjungan karya Nermi Silaban
6. Kota, Kita, Malam karya Isbedi Setiawan Z
7. Tamasya Cikaracak karya Toni Lesmana
8. Penyair Revolusioner karya Deddy Arsyadi
9. Lelaki dan Tangkai Sapu karya Iyut Fitrah
10. Rahasia Dapur Bahagia karya Hasta Indriyana

C) Kategori Tambahan Tahun ini: Karya Perdana dan Kedua

1. Seikat Kisah Tentang Yang Bohong karya Berto Tukan
2. Rumbalara Perjalanan karya Bernando J. Sujipto
3. Resep Membuat Jagat Raya karya Abinaya Ghina Jamela
4. Bekal Kunjungan karya Nermi Silaban
5. Pertanyaan-pertanyaan tentang Dunia karya Mutia Sukma
6. Pledoi Malin Kundang karya Indrian Koto
7. Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusmiana
8. Api Kata karya Kim Ghozali AM
9. Badrul Mustofa karya Heru Joni Putra
10. Kartu Pos Dari Banda Neira karya Zulfikli Songyanan

“Tahun ini penyelenggaraan Malam Khatulistiwa akan diadakan pada bulan Oktober di Plaza Senayan,” tulis Richard Oh.

Sekadar informasi, KSK yang lahir dari sebuah kepedulian kepada para penulis Indonesia secara konsisten memberikan penghargaan kepada Sastrawan yang lolos di meja tim dewan juri. Dan sudah 17 tahun KSK berlangsung. Beragam masukan dari berbagai pihak di komunitas sastra ditampung kemudian dijadikan bahan untuk perkembangan sebuah anugerah sastra ini.

KSK sejak awal dirancang sebagai sebuah anugerah sastra dari komunitas sastra untuk para penulis. Oleh karena itu, berbagai format penyeleksian dan penentuan dikembangkan agar KSK tetap bertahan sebagai sebuah anugerah yang mencerminkan kehendak kebanyakan orang dalam komunitas sastra.

Berikut ini pera pemenang KSK sejak pertama digelar yakni tahun 2001:

2001, Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001 (Puisi) karya Goenawan Mohamad
2002, Kerudung Merah Kirmizi (Prosa) karya Remy Sylado
2003, Bibir Dalam Pispot (Prosa) karya Hamsad Rangkuti
2004, Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan (Non Fiksi) karya Sapardi Djoko Damono
2004, Kuda Terbang Maria Pinto (Fiksi) karya Linda Christanty
2004, Negeri Senja: Roman (Fiksi) karya Seno Gumira Ajidarma
2005, Kekasihku (Puisi) karya Joko Pinurbo
2006, Kitab Omong Kosong (Prosa) karya Seno Gumira Ajidarma
2006, Mandi Api (Prosa) karya Gde Aryantha Soethama
2006, Santa Rosa (Puisi) karya Dorothea Rosa Herliany
2007, Dan Hujan Pun Berhenti (Penulis Muda Berbakat) karya Farida Susanty
2007, Perantau (Prosa) karya Gus tf Sakai
2007, Menjadi Penyair Lagi (Puisi) karya Acep Zamzam Noor
2008, Jantung Lebah Ratu (Puisi)karya Nirwan Dewanto
2008, Cari Aku di Canti (Penulis Muda Berbakat)    karya Wa Ode Wulan Ratna
2008, Bilangan Fu (Prosa) karya Ayu Utami
2009, Dongeng Anjing Api (Puisi) karya Sindu Putra
2009, Fortunata (Penulis Muda Berbakat) karya Ria N. Badaria
2009, Lembata (Prosa) karya F. Rahardi
2010, Buwun (Puisi) karya Mardi Luhung
2010, Sejumlah Perkutut Buat Bapak (Puisi) karya Gunawan Maryanto
2010, Rahasia Selma (Fiksi) karya Linda Christanty
2011, Lampuki (Fiksi) karya Arafat Nur
2011, Buli-Buli Lima Kaki (Puisi) karya Nirwan Dewanto
2011, Perempuan yang Dihapus Namanya (Puisi) karya Avianti Armand
2012, Maryam (Fiksi) karya Okky Madasari
2012, Post Kolonial dan Wisata Sejarah dalam Sajak (Puisi) karya Zeffry J. Alkatiri      2013, Pulang (Prosa) karya Leila S. Chudori
2013, Museum Penghancur Dokumen (Puisi) karya Afrizal Malna
2014, Semua Untuk Hindia (Prosa) karya Iksaka Banu
2014, Saiban (Puisi) karya Oka Rusmini
2015, Isinga: Roman Papua (Prosa) karya Dorothea Rosa Herliany
2015, Surat Kopi (Puisi) karya Joko Pinurbo
2016, Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi (Prosa) karya Yusi Avianto Pareanom
2016, Playon (Puisi) karya F. Aziz Manna

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Advertisement

Terpopuler