Connect with us

Politik

Kunjungi Partai Oposisi Malaysia, Gerindra Belajar Cara Pakatan Harapan Kalahkan Petahana

Published

on

partai gerindra, gerindra jabar, partai oposisi, oposisi malaysia, kalahkan petahana, pkr malaysia, pakatan harapan, nusantaranews

Pertemuan Gerindra Anggawira dan Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia Nurul Izzah, Kamis (26/7/2018). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat berkunjung ke Malaysia bertemu fungsionaris Partai Keadilan Rakyat Malaysia (PKR), Kamis (26/7) di Kuala Lumpur. Dalam lawatan itu, Anggawira mengatakan Gerindra belajar langsung bagaimana oposisi Pakatan Harapan mengalahkan incumbent (petahana) Barisan Nasional pada Pemilu Malaysia 2018.

“Sebagai oposisi (Partai Gerindra) di Indonesia, tentu kami harus belajar ke Pakatan Harapan yang secara heroik mengalahkan Barisan Nasional. Kemenangan Pakatan Harapan ini juga harapan bagi kami untuk memenangkan Pemilu 2019,” kata Anggawira kepada media (27/7/2018).

Baca juga: Enam Kunci Kemenangan Mahathir Mohamad Jadi PM Malaysia

Optimisme Gerindra ini, lanjutnya, bercermin dari yang terjadi di Malaysia dimana siapapun yang tidak menjalankan amanat rakyat akan menerima akibatnya. Perdana Menteri Malaysia yang berasal dari Barisan Nasional, Najib Razak dililit skandal korupsi.

“Begitu pun Indonesia, berjanji ekonomi akan meroket ternyata menukik, lapangan pekerjaan susah dan harga-harga kebutuhan pokok menyesakkan sebagian besar rakyat. Insyaallah kita tunggu balasannya,” papar Anggawira yang juga Caleg DPR RI Dapil VIII Jawa Barat.

Baca juga: Kesamaan Kondisi Malaysia dan Indonesia Sebelum Oposisi Tumbangkan Najib Razak

Dalam kesempatan itu, Anggawira diterima oleh Wakil Presiden PKR, Nurul Izzah dan sejumlah fungsionaris PKR. Anggawira pun teringat Nurul Izzah yang merupakan anak mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pernah berkunjung ke Indonesia tepatnya Institut Pertanian Bogor (IPB) bertemu para aktivis mahasiswa Bogor pasca reformasi Indonesia 1998.

“Nurul Izzah masih ramah dan bersahabat. Bagi aktivis mahasiswa IPB tentu mengingatnya. Ia pernah datang ke Auditorium Andi Hakim Nasoetion IPB Bogor,” kata Anggawira yang alumni IPB itu.

Baca Juga:  Kemendagri Gelar Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-25

Baca juga: Terdorong Nasionalisme, Mahathir Mohamad Turun Tangan dan Menangkan Pemilu

Anggawira pun pada lawatan itu memberikan hadiah buku Mesin Pencetak Pemimpin yang merupakan tulisannya kepada Nurul Izzah. Dalam buku itu, Anggawira mengajak partai politik menjalankan fungsinya sebagai pengkaderan pemimpin bangsa dengan jenjang pengkaderan berdasarkan meritrokasi (prestasi).

“Ya, Gerindra dan PKR Malaysia sama-sama berusaha menjalankan partai sebagaimana mestinya, mencetak para pemimpin bangsa,” imbuh Anggawira. (red/nn)

Baca juga: The Little Soekarno is Back? Kecintaan Rakyat Atau Perubahan Karakter Melayu oleh Mahathir

Editor: Banyu Asqalani & Eriec Dieda

Terpopuler