Politik

Kunjungan Raja Arab Momentum Tambah Kuota Haji

Wakil Ketua Komisi VII, Iskan Qolba Lubis
Wakil Ketua Komisi VII, Iskan Qolba Lubis

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis, berharap kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud, dengan membawa rombongan besar pada 1-9 Maret 2017 nanti ke Indonesia dapat menjadi momentum untuk menambah kuota haji sebanyak 10 ribu jamaah.

Pasalnya, menurut Iskan, hal itu sudah dijanjikan sebelumnya sehingga menjadi agenda pembahasan di sela kunjungan raja berjuluk ‘Pelayan Dua Tanah Haram’ tersebut.

“Jika kita mampu menyampaikan keinginan untuk menambah kuota haji kepada Raja Salman, kita berpeluang mendapatkan tambahan kuota lagi. Mengingat animo masyarakat Indonesia yang merupakan bangsa Muslim terbesar di dunia ini untuk beribadah haji sangat besar,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (27/02/2017).

Dengan adanya penambahan kuota tersebut, Iskan mengatakan, maka salah satu manfaat nyata kedatangan Raja Salman ke Indonesia dapat dirasakan langsung oleh umat Islam yang telah lama mengantri untuk berangkat haji, terutama mereka yang telah berusia lanjut usia (lansia).

Baca Juga:  Penetapan UMK Tak Sesuai Permenaker, Gubernur Khofifah Dilaporkan Ke Mendagri

“Jadi jika pemerintah berhasil mendapatkan penambahan kuota maka, lebih bijak diutamakan bagi mereka yang berusia lanjut. Apalagi dengan adanya Badan Pengelola Keuangan Haji, setidaknya kita sudah bisa memperpendek masa antri selama ini,” ujar Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sehingga, Daerah Pemilihan Sumatera Utara (Dapil Sumut) II itu menyarankan, kepada pemerintah agar dapat berdiplomasi bilateral secara optimal dan baik langsung kepada Raja Salman, khususnya soal haji, yakni menyatakan bahwa Indonesia perlu mendorong Pemerintah Arab Saudi untuk menambah kuota haji dengan argumentasi masih terdapat banyaknya kuota sisa dari negara lain berdasarkan evaluasi tahun 2016 silam yang tidak terpakai.

“Dengan masih banyaknya kuota yang tersisa dari negara lain, seharusnya pemerintah dapat memanfaatkan peluang itu untuk bisa dialihkan bagi jamaah haji Indonesia,” kata Iskan menambahkan.

Reporter: Rudi Niwarta

Related Posts

1 of 419