Connect with us

Budaya / Seni

Kunci Penyelesaian Masalah Sumber Daya Manusia Adalah Guru

Published

on

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menegaskan, salah satu kunci penyelesaian SDM di Indonesia adalah peran seorang Guru. (FOTO: Istimewa)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menegaskan, salah satu kunci penyelesaian SDM di Indonesia adalah peran seorang Guru. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menegaskan bahwa salah satu kunci penyelesaian masalah Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia adalah peran seorang Guru.

“Kita tidak akan bisa menyiapkan SDM yang unggul tanpa membenahi sektor guru,” kata Muhadjir beberapa waktu lalu.

Menurut Muhadjir, bicara tentang SDM dalam konteks pendidikan maka yang pertama harus dibenahi adalah kualitas gurunya.

“Kita tidak mungkin melahirkan lulusan-lulusan dan generasi yang unggul tanpa ada sentuhan dari guru yang memiliki dedikasi dan kualifikasi yang juga unggul,” tegasnya.

Mendikbud menyampaikan, bila merujuk pada 8 standar nasional pendidikan (SNP), maka dari kedelapan poin itu yang paling penting adalah guru.

“Kalau ada guru yang profesional dan bekerja menurut panggilan hati nurani, maka 7 standar yang lain akan dengan sendirinya terpenuhi. Jadi apa pun dari 8 standar itu tergantung pada guru, bahkan kurikulum yang sesungguhnya adalah guru,” ujarnya.

“Totalitas kehadiran guru, baik dari penampilan fisik, gestur, ucapan, semuanya itu adalah bagian dari kurikulum,” imbuh Mendikbud.

Menteri Muhadjir menambahkan, guru dan tenaga kependidikan yang hadir merupakan perwakilan terbaik di provinsinya masing-masing dan telah melewati berbagai proses seleksi berjenjang.

“Saya harap setelah mendapatkan predikat sebagai guru dan tenaga kependidikan terbaik harus betul-betul bisa mempertahankan predikat itu dan menginspirasi guru-guru yang lain karena itu harus dilihat apakah guru terbaik ini memiliki dampak terhadap teman-teman sejawatnya,” terangnya.

“Jika kepintarannya hanya untuk dirinya sendiri maka dia bukan guru yang baik. Memang hebat tapi hebat untuk dirinya sendiri,” sambung Mendikbud.

Baca Juga:  Arab Spring Membuat Sejumlah Negara di Tanah Arab Menderita

Lebih lanjut ia mengatakan, permasalahan guru hingga kini masih banyak yang harus dibenahi dalam banyak sisi, tetapi apabila masalah guru bisa dituntaskan maka 50% permasalahan pendidikan sudah selesai.

“Mudah-mudahan pada periode Kabinet Kerja II di bawah pimpinan Bapak Presiden Jokowi, masalah guru betul-betul menjadi prioritas. Bila masalah guru ini tuntas maka kira-kira 50% masalah pendidikan ini sudah selesai, bahkan kalau menurut saya 70% masalah sudah selesai,” kata Muhadjir.

“Memang 90% masalah pendidikan itu terkait guru. Oleh karena itu, tidak mungkin kita melakukan penataan yang menyeluruh tanpa ada perubahan-perubahan dalam tata kelola guru. Dari sini saya sarankan kepada Bapak Dirjen siapapun yang nanti akan menjadi Mendikbud, tata kelola guru ke depannya harus betul-betul ditangani dengan sungguh-sungguh agar tuntas,” pungkas Mendikbud. (red/nn)

Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler