Connect with us

Puisi

Kumulonimbus, Sajak-sajak Intan Safinatunnajah

Published

on

Kumulonimbus, Sajak-sajak Intan Safinatunnajah

Intan Safinatunnajah. (Foto: Dok. Pribadi)

Kumulonimbus

Mataku hanya tertuju padamu
Kupikir kau menentramkan
Kupikir kau menyejukkan
Anginmu, teduhmu
Menenangkan

Namun
Sesaat
Sepercik cahayamu
Dentuman kerasmu
Mampu menyadarkanku
Aku kalut
Aku takut
Ada apa dengan awanku?

Kukira kau tempatku berteduh
Aku salah
Sesaat setelah kau berlalu
Aku tersadar
Kehadiran mentari yang tak pernah lelah menghangatkan

Purwokerto, 14 September 2019

 

Kebetulan

Hujan dengan segala pilu
Pelangi dengan segala haru
Angin dengan segala syahdu
Hatiku dengan segala kelu

Semua ini …
Sebentar saja
Berhentilah sejenak
Dengan segala sesak
Aku lelah menangis terisak

Para penggagas kebahagiaan
Mendekatlah
Aku butuh kalian
Singgahlah
Walau hanya kebetulan

Purwokerto, 9 September 2019

 

Tulang Punggung

Tubuh itu
Selalu kutatap haru
Kerja keras tak kenal waktu
Rautnya menyembunyikan keluh

Tubuhnya renta tak pernah dirasa
Candanya menyembunyikan lelah
Doa setiap malam ia panjatkan
Demi kebahagiaan keluarga

Purwokerto, 9 September 2019

 

Secangkir Kopi

Di sudut ruangan remang-remang
Kau termenung sendiri
Kopi dibalut haru
Kau biarkan mendingin
Dengan ampas dan sepotong kenangan
Yang mengendap di dasar cangkir

Purwokerto, 7 Oktober 2019

 

Alinea Kedua

Sebuah titik hitam menjadi pertanda
Usai sudah alinea pertama
Usai sudah goresan pena
Yang melukis indah musim kerinduan di antara kita

Kini, aku ingin pergi
Mencari sisa-sisa tinta di musim ini
Untuk mengembalikan lukis indah wajahmu
Di alinea kedua nanti

Purwokerto, 7 Oktober 2019

Pasir

Apalah pasir
Semakin kugenggam, semakin terasa hilang
Butiran simpati semakin mengikis
Angin membawanya pergi
Tinggalkan raga tanpa akal
Bersama tanya tanpa jawab

Purwokerto, 5 Oktober 2019

 

Sunyi

Di titik tenangku, ada garis lelah
Di jejak lunglaiku, ada tapak gelisah
Karena dibalik senja yang indah,
Ada gelap yang kalap

Baca Juga:  Tiga Perguruan Tinggi di Ponorogo Gelar Muktamar dan Kemah Bahasa Arab Se-Asia Tenggara

Berjalan tanpa merasakan apa
Titik titik sinar berlalu lalang
Namun itu tak seberapa
Dengan apa yang telah bersarang

Purwokerto, 3 Oktober 2019

 

 

 

Tentang penulis:

Intan Safinatunnajah lahir di Kebumen pada tanggal 07 Mei 2001. Dia tercatat sebagai mahasiswa fakultas Dakwah, prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Purwokerto. Ia tergabung anggota komunitas mitra remaja IAIN Purwokerto. Alamat rumahnya di Jl Puring km. 9 Desa Kalipurwo, Kecamatan Kuwarasan,Kabupaten Kebumen. Email: inchansafinatun@gmail.com

Loading...

Terpopuler