Mancanegara

Kuba Perkenalkan Replika Pahlawan Kemerdekaan Jose Marfi

NUSANTARANEWS.CO – Kuba baru saja memperkenalkan sebuah replika salah satu pahlawan kemerdekaan, Jose Marti. Patung tersebut disumbangkan oleh Bronx Museum of Art sebagai sebuah isyarat persahabatan internasional untuk kedua negara: Kuba-AS yang tengah memanas.

Dilansir dari The Seattle Times,  patung perunggu setinggi 16 kaki tersebut menggambarkan sosok Marti yang terluka di atas kuda di New York Central Park. Patung yang juga memiliki tujuan kampanye perdamaian tersebut menghabiskan dana sebesar 2,5 juta dolar oleh Bronx Museum.

Replika Jose Marti kini terlihat berdiri di atas sebuah podium marmer hitam di luar Museum Revolusi, di La Bahana, Kuba dengan posisi menghadap Teluk Hanava.

Marti adalah seorang pahlawan yang ditembak mati pada tahun 1895 saat ia berjuang untuk memenangkan kemerdekaan Kuba dari Spanyol. Dia menjadi salah satu tokoh yang paling sakral dalam sejarah Kuba, yang dihormati karena puisi dan esainya yang fasih dan pengorbanan yang ia lakukan untuk kemerdekaan Kuba.

Baca Juga:  Menteri Luar Negeri Rusia Bertemu Dengan Pimpimpin Hamas di Moskow

Marti diketahui juga telah mengalami sepanjang 15 tahun masa pengasingan di Amerika Serikat, membuatnya menjadi simbol kuat hubungan A.S dan Kuba.

Kemarin (20/10) Eusebio Leal, seorang sejarawan di Hanava memperkenalkan patung tersebut dihadapan awak media dalam sebuah konverensi pers menjelang peresmian patung tersebut pada Desember mendatang.

“Apa artinya? Ini menegaskan kembali bahwa, mengesampingkan  penyimpangan, melampaui kebijakan yang tidak menentu, di luar mereka yang mencoba menghancurkan jembatan dan menghancurkan komunikasi yang ada antar manusia, (ada keyakinan bahwa) penghormatan terhadap hak orang lain berarti perdamaian,” ungkap Leal.

Apa yang disampaikan Leal tersebut menggambarkan bahwa di balik konflik dua negara yang semakin memanas tersebut, masih banyak rakyat yang mendambakan perdamaian.

Hubungan antara AS dan Kuba mengan telah semakin anjlok sejak pemilihan Presiden Trump  yang telah berjanji untuk memperlakukan pembatasan ketat antara negara tersebut terhadap Kuba. Trump juga telah mengutangi lebih dari setengah kepegawaian kedutaan besar AS di negara tersebut.

Baca Juga:  Tragedi Bucha adalah False Flag

Administrasi Trumpo menuduh Kuba bertanggung jawab atas apa yang mereka sebut senagai serangan terhadap para diplomatnya. Sementara Kuba membantah terlibat dengan insiden tersebut dan menyebut bahwa AS telah gagal dalam proses penyelidikan terhadap kasus tersebut. Hal ini memicu Kuba beranggapan bahwa insiden yang hingga kini belum jelas tersebut sebagai strategi Trump untuk memojokkan Kuba dan mengurangi hubungan dengan negara itu.

Penulis: Riskiana
Editor: Romandhon

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

No Content Available