Connect with us

Politik

Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Menduga Romahurmuziy Sebar Fitnah dan Penghinaan

Published

on

Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy (Romi). (Foto: Rmol)

Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy (Romi). (Foto: Rmol)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kuasa Hukum Pelapor dari Tim Prabowo-Sandi, Hendarsam Marantoko SH menduga Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy telah melakukan penyebaran fitnah dan dan penghinaan kepada capres nomor 02, Prabowo Subianto. Atas dugaan tersebut Romi sapaan Romahurmuziy disebut telah melakukan pelanggaran hukum.

“Bahwa suadara Romahurmuziy (Romi) beberapa hari lalu mengeluarkan statement di beberapa media yang menuduh tim Prabowo Subianto mengadopsi strategi Donald Trump dalam kampanye pilpres dengan menggunakan narasi kebohongan,” ungkap Hendarsam Marantoko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/11/2018).

Apa yang disampaikan Romahurmuziy yang merupakan salah satu anggota tim sukses pemenangan Joko Widodo dan KH Makhruf Amin, kata dia jelas bertendensi menghasut dan menyerang kehormatan. Tak hanya itu, Romi juga diduga telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik tim Prabowo Subianto.

Baca Juga:
PSI Laporkan Prabowo-Sandi
Presiden Jokowi Tatap Muka Dengan 3500 Milenial BUMN
Puluhan Advokat Jatim Bakal Pidanakan Pembuat Berita Hoax Tentang Jokowi
Jokowi Ingin Evaluasi dan Tindak Tegas Media Online Provokatif Penyebar Berita Bohong

“Mengasumsikan Tim Prabowo Subianto sama dengan Donald Trump patut diduga adalah cara untuk mendown grade bapak Prabowo Subianto. Dimana isu HTI juga mulai disematkan oleh orang-orang yang bersebrangan dengan tim Joko Widodo,” sambungnya.

Oleh karena itu, Hendarsam Marantoko menilai Romahurmuziy patut diduga telah melanggar ketentuan pasal 280 ayat 1 huruf c, d dan e jo pasal 521 UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan diduga tidak sejalan dengan kesepakatan bersama untuk menampilkan demokrasi yang sejuk dan mengedepankan program.

Editor: Alya Karen

Advertisement

Terpopuler