Connect with us

Ekonomi

KTT Belt and Road Dibayang-bayangi Uji Coba Rudal Balistik Korut

Published

on

Lokasi KTT Belt and Road di Beijing/Xinhua/Wang Xibao

NUSANTARANEWS.CO, Beijing – Cina menggelar KTT akbar bernama Belt and Road di Beijing selama dua hari. Forum ini sukses menghadirkan sedikitnya 65 perwakilan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Tapi, gegap gempita KTT tersebut dibayang-bayangi uji coba rudal balistik Korea Utara.

Dilansir AFP, Pejabat militer AS dan Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa Pyongyang telah meluncurkan sebuah rudal balistik di tengah berlangsungnya KTT Belt and Road di Beijing. Padahal, Pyongyang sendiri mengutus perwakilannya dalam pertemuan puncak Belt and Road ini.

Selain delegasi Korut, AS juga mengutus delegasinya ke KTT Belt and Road. KTT ini diketahui merupakan sebuah kebangkitan rute perdagangan Silk Road kuno Cina yang berujuan untuk memperluas pengaruh global Cina terhadap perdagangan dan geopolitik.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dilaporkan turut hadir dalam forum tersebut. Di hadapan mereka, dan juga para pemimpin negara lain Xi Jinping mengatakan bahwa KTT Belt and Road merupakan perkumpulan para pemikir hebat.

Pada kesempatan sama, Xi juga berjanji untuk memompa dana tambahan sebesar $124 milir ke dalam inisiatif Belt and road. Ia menyebut bahwa inisiatif ini adalah sebuah proyek abad 21 di dalam sebuah dunia yang penuh dengan tantangan.

Loading...

Seperti diketahui, proyek dengan bankir Cina ini berusaha untuk menghubungkan negara dengan Afrika, Asia dan Eropa melalui jaringan pelabuhan, perkeretaapian, jalan dan industri raksasa. Inisiatif ini mencakup sekitar 65 negara yang mewakili 60 persen populasi dunia dan sekitar sepertiga dari produk domestik bruto (PDB) global. Cina Development Bank telah mengalokasikan $890 miliar untuk sekitar 900 proyek.

Baca Juga:  Ratna Sarumpaet: Kita Melawan Gerombolan yang Kekuatannya "Menipu"

Proyek ini juga dapat melayani ambisi geopolitik Beijing saat Washington mundur ke dalam kebijakan America First. Sementara Xi tidak menyebutkan Korea Utara dalam pidatonya, hal itu dibahas pada pertemuan bilateral dengan Putin.

“Kedua belah pihak menyatakan keprihatinan mereka atas eskalasi ketegangan di semenanjung Korea,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

Kementerian luar negeri China mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menentang uji rudal tersebut dan meminta pengekangan dari semua pihak. Delegasi dari kedua Korea tersebut mengadakan pertemuan singkat di KTT tersebut, menurut kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

“Kami sangat mengutuk peluncuran rudal Korea Utara,” kata Park Byeong-Seug, yang memimpin delegasi Seoul, menurut Yonhap.

Perwakilan AS, penasihat Gedung Putih Matt Pottinger, duduk berdampingan dengan menteri hubungan luar negeri Korea Utara, Kim Yong Jae.

Korea Utara sangat bergantung pada perdagangan dengan Cina untuk kelangsungan ekonomi, dan Presiden AS Donald Trump telah mendesak Xi untuk menggunakan pengaruhnya untuk menekan Pyongyang. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler