Politik

Kritikus: Sejak 2016, Jokowi Mulai Gugup Ucapkan Kata Nawacita

Presiden Joko Widodo. FOto: Dok. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo. (Foto: dok. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kritikus Natalius Pigai mengatakan sejak tahun 2016, Joko Widodo mulai gugup mengucapkan kata Nawacita lantaran tenggelam di hamparan lautan nusantara. Padahal, Nawacita awalnya memiliki daya tawar dan harapan besar bagi pembangunan Indonesia.

Membangun Indonesia dari pinggiran adalah salah satu butir cita-cita Nawacita Joko Widodo. Sebuah cita-cita yang sangat enak didengar oleh masyarakat pedesaan di seluruh pelosok nusantara.

“Empat tahun lalu, kata Nawacita begitu magnet dan membahana seantero nusantara. Sejak tahun 2016, Jokowi gugup mengucapkan kata Nawacita dan tenggelam di hamparan lautan nusantara,” kata Pigai melalui pesan elektronik, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Cita-cita Nawacita yang digaungkan Jokowi empat tahun silam memang telah membius masyarakat Indonesia. Pasalnya, Pigai menjelaskan, membangun Indonesia dari pinggiran merupakan antitesa dari konsep efek tetesan ke bawah (trikle down effect) yang menjadi primadona di negara-negara selatan dunia ketiga di era 1970-an hingga medio 1990-an. Sebuah konsep pembangunan yang digandrungi para dosen ekonomi pembangunan, termasuk UGM dan UI, kecuali Profesor Mubyarto yang dikenal menentang konsep kapitalisme borjuasi dan liberalisme.

Baca Juga:  Terbongkar, Perbaikan Jalan Perbatasan Jember Lumajang Pakai Bahan Baku Kurang Layak

Kata Pigai, sayang sekali Mubyarto yang juga dikenal pejuang ekonomi Pancasila harus berjuang seorang diri dan dikucilkan, bahkan tidak pernah diberi peran strategis di negara ini.

“Kegagalan terbesar bangsa ini adalah gagal menemukan pemimpin yang berfikir (ontologis), mampu menerjemahkan (epistemologis) dan juga bisa men-deliver menjadi nyata (aksiologis). Seperti Revolusi Mental yang konon katanya mau merubah 7 sifat buruk manusia Indonesia yang dikemukakan oleh Muchtar Lubis. Jokowi ditenggelamkan sendiri karena ada mendung besar di atas Istana Negara,” papar Pigai. (eda/bya)

Editor: Alya Karen & Eriec Dieda

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3.072