Connect with us

Lintas Nusa

Krisis Air Pulau Sombori, Mendes PDTT Tawarkan Solusi

Published

on

Mendes PDTT Eko Sandjojo bersama Bupati Morowali Anwar Hafid di Pulai Sombori, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (2/12)/Foto; Dok. Humas Kemendesa
Mendes PDTT Eko Sandjojo bersama Bupati Morowali Anwar Hafid di Pulai Sombori, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (2/12)/Foto; Dok. Humas Kemendesa

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo mencoba memberikan solusi terhadap krisis air yang sering melanda masyarakat di Pulau Sombori. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke pulau kecil di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah

Mendes Eko menyarankan supaya masyarakat menggunakan dana desa yang diturunkan melalui APBN untuk memfasilitasi air bersih. “Akan lebih bermanfaat jika pengelolaan air bersih ditangani oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ujarnya di Pulau Sombori, Selasa (2/12) kemarin.

Mendes Eko juga berharap, ke depan dana desa dapat menjadi pendorong perekonomian di Pulau Sombori. “Nah oleh sebab itu, manfaatkan kurang lebih Rp300 juta untuk membentuk embung air. Kedalamannya 15 Meter dan pakai plastik agar tidak terkontaminasi. Embung desa tidak hanya untuk irigasi pertanian, tapi airnya juga bisa difilter untuk sumber air minum,” kata Menteri Eko.

Dilansir kemendesa.go.id, Kabupaten Morowali mendapatkan dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp76 Miliar dan ADD sebesar Rp61 Miliar. Dana tersebut dialirkan ke 120 desa, sehingga rata-rata setiap desa di Kabupaten Morowali mendapatkan kucuran dana lebih dari Rp1 Miliar per tahun.

“Kalau sudah begini, dengan dana desa seharusnya ke depan tidak ada lagi desa yang miskin. Apalagi saya dengar pertumbuhan ekonomi desa di Kabupaten Morowali ini saya dengar mungkin paling tinggi di antara yang lain,” ujarnya.

Saat berdialog dengan seluruh kepala desa se-Morowali Menteri Eko juga mencanangkan Kawasan Perdesaan Pulau Sombori, khususnya desa Mbokita sebagai kawasan desa wisata. Lagi-lagi, ia menyarankan agar pariwisata Pulau Sombori dimaksimalkan kemudian dikelola oleh BUMDes. (kiana/red-02)

Baca Juga:  Zastrouw Al Ngatawi: Titik Tolak Pembangunan Desa Ada Pada Kultur Sosial
Loading...

Terpopuler