Connect with us

Politik

KPU: Mantan Terpidana Bandar Narkoba Dilarang Ikut Pilkada

Published

on

Gedung KPU di Jl. Imam Bonjol No.29 Menteng Jakarta Pusat. Foto Istimewa
Gedung KPU di Jl. Imam Bonjol No.29 Menteng Jakarta Pusat

NUSANTARANEWS.CO – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Juri Ardiantoro mengatakan, mantan terpidana bandar narkoba tidak bisa menjadi kepala daerah seperti tertuang dalam Undang-Undang No 10 Tahun 2016 yang mengatur tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota.

Ia menambahkan, hal tersebut merupakan sebuah kemajuan yang luar biasa dalam proses politik yaitu terutama dalam proses pilkada yang memuat pesan penting tentang upaya membentengi bangsa dari bahaya narkoba. Menurutnya, ada dua mantan terpidana yang tidak memenuhi persyararatan yaitu mantan terpidana bandar narkoba dan yang kedua adalah mantan terpidana kejahatan seksual terhadap anak.

“Sesuai undang-undang yang baru yaitu UU No 10 Tahun 2016, ada dua ketentuan yang diatur yaitu syarat kepala daerah harus bebas dari narkoba. Sedangkan ketentuan lainnya adalah mantan terpidana bandar narkoba dan juga terpidana kejahatan seksual pada anak juga tidak akan jadi kepala daerah,” kata Juri dalam siaran pers, Selasa (4/10).

Ia mengungkapkan, betapa pentingnya seorang kepala daerah yang memiliki integritas dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba. Karena kepala daerah nantinya akan memimpin segala aspek kehidupan di daerahnya.

“Seperti disampaikan Kepala BNN, bahwa upaya pemberantasan narkoba akan efektif jika didukung pemerintah daerah yang dalam hal ini dikomandani oleh kepala daerah. Karena pada dasarnya, kepala daerah itu memiliki peran yang sangat luar biasa dalam upaya pemberantasan narkoba sehingga perlu dipastikan bahwa seorang kepala daerah itu bebas dari narkoba,” kata Juri. (Yudi)

Loading...

Terpopuler