B-2 Spirit Stealth Bomber USAF. Foto: Northrop Grumman
B-2 Spirit Stealth Bomber USAF. Foto: Northrop Grumman

NUSANTARANEWS.CO – Korea Selatan dan Korea Utara telah melakukan perundingan menyusul akan digelarnya Olimpiade Musim Dingin 2018 (Olympic Winter Games) yang akan berlangsung pada Februari-Maret di Pyeongchang.

Melalui delegasinya, Korea Utara memastikan diri akan mengirimkan atletnya untuk turut berpartisipasi di perhelatan olimpiade tersebut. Perundingan kedua negara Korea ini menjadi bersejarah karena ini merupakan pertemuan pertama kalinya digelar dua negara bertetangga tersebut dalam rentang waktu dua tahun terakhir.

Ketegangan militer kedua negara yang telah berlangsung selama dua tahun terkahir juga disepakati untuk diredakan. Korea Selatan juga mengusulkan perundingan baru mengenai masalah militer dan uji coba nuklir Korea Utara.

Lebih penting lagi, Korea Selatan akan mempertimbangkan untuk meringankan sanksi yang dijatuhkan PBB terhadap Pyongyang menyusul program nuklir Korea Utara yang terus mencapai kemajuan yang sangat signifikan.

Sementara itu, militer Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan tiga pembom siluman B-2 Spirit (B-2 Spirit Stealth Bomber USAF) bersama dengan 200 awak pesawat menuju markas AS Air Force (USAF) di Guam.

Pengumuman terkait pengiriman pembom siluman tersebut disampaikan Angkatan Udara Pasifik AS (PAF). Pembom dan awak pesawat dikerahkan ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen USAF, setelah berangkat dari Pangkalan Whiteman USAF yang berlokasi di Missouri.

PAF mengatakan bahwa penempatan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan tambahan kepada misi pencegahan dan jaminan keamanan markas Komando Pasifik AS. “Pembom strategis AS secara teratur mengitari wilayah Indo-Pasifik untuk melakukan operasi udara Komando Pasifik yang dipimpin oleh PACOM untuk mempertahankan stabilitas regional,” tulis PAF di situsnya.

Dikatakan, penempatan pembom siluman B-2 ini hanya untuk sementara waktu yang membawa misi pemindaian kondisi regional sekaligus mengintegrasikan kemampuan dengan mitra regional utama AS di kawasan Pasifik. Tidak disebutkan berapa lama pembom dan awak pesawat tersebut ditempatkan di Pangkalan Udara Adersen USAF di Guam. (red)

Editor: Eriec Dieda

Komentar