Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ispeksi peralatan persenjataan pasukan Korea Utara. (Foto: Rodong Sinmun)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ispeksi peralatan persenjataan pasukan Korea Utara. (Foto: Rodong Sinmun)

NUSANTARANEWS.CO – Korea Utara mengklaim diri sebagai raksasa militer dunia berkat keberhasilannya mengembangkan rudal balistik dan rudal nuklir. Untuk itu, Korut memperingatkan Amerika Serikat bahwa mereka bisa saja melakukan serangan nuklir mengerikan yang bisa membawa kehancuran.

Dilansir Express, Ahad (17/8), Korea Utara mengatakan pihaknya siap meluncurkan serangan dahsyat yang akan membuat musuh menemui kehancuran yang memilukan.

Pesan Korea Utara ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terjadinya Perang Dunia Ketiga di semenanjung Korea. Krisis di semenanjung Korea ini telah membuat warga negara di seluruh dunia khawatir dan takut akan pecahnya konflik militer global.

Sudah berulang kali Kim Jong-un mengobok-obok kesabaran Presiden AS Donald Trump dengan peluncuran rudal. Pekan lalu, negara komunis itu memperingatkan bahwa perang nuklir bisa pecah setiap saat.

Kantor berita Rodong Sinmun menuding AS telah berusaha membenarkan kejahatannya terhadap Korea Utara dengan cara melucuti persenjataan miliki Pyongyang.

Korea Utara bersikeras bahwa rudal nuklir yang dikembangkannya adalah cara satu-satunya untuk membela dan melindungi diri.

“AS menggambarkan nuklir Korea Utara sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian padahal itu untuk pertahanan diri kami,” tulis kantor berita tersebut.

AS memimpin Jepang dan Korea Selatan untuk berusaha sekuat tenaga melucuti senjata nuklir dan misil Korea Utara.

“DPRK sudah memiliki akses dalam segala hal dan mendapatkan semua yang kami inginkan meskipun ada sanksi dan blokade paling keras dari pasukan musuh. Ini akan menjadi evaluasi untuk menghitung seberapa besar goncangan kepada DPRK dalam menghadapi sanksi terbaru,” tulis surat kabar itu lagi.

“Sanksi, tekanan, ancaman dan propaganda musuh yang sembrono dan konyol hanya akan memberikan kesempatan kepada DPRK untuk memperkuat pertahanannya sekaligus aib pahit bagi mereka,” katanya.

“Jika AS memilih untuk melakukan konfrontasi dan perang pada akhirnya, menentang posisi strategis DPRK, kekuatan nuklir dan raksasa militer dunia akan menghadapi serangan nuklir yang mengerikan,” lanjutnya.

Selain AS, Jepang juga masuk dalam catatan hitam Korea Utara. Pyongyang masih menyimpan dendam kepada Jepang karena tidak menawarkan permintaan maaf yang tulus dari apa yang dianggap Korut tindakan kejahatan di masa lalu. “Kejahatan mereka tidak dapat dipungkiri oleh orang-orang kami,” katanya sembari menegaskan bahwa langkah paling kongkret untuk menghadapi Jepang ialah dengan agresi atau perang.

Korea Selatan juga tak luput dari sumpah serapah Korea Utara. Korsel dianggap Korut sebagai pengkhianat dan hewan peliharaan Amerika Serikat. (ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Komentar