Connect with us

Budaya / Seni

Kopi dan Darah Juang – Puisi Selitri Melina

Published

on

darah juang, puisi, puisi indonesia, puisi nusantara, penyair indonesia, penyair nusantara, nusantaranews

Lukisan Sejarah Perjuangan Indonesia. (Foto: iki-saiin.blogspot.com)

Kopi

Rasa tak lagi ku nikmati
Aroma tak kunjung ku temui
Pahit nikmat dibibir
Manis tak lagi berasa
Ku nikmati
Meski rasa tak kunjung kutemukan
Kurasakan nikmat
Kala ku tegukan lagi
Air hitam
di secarik Gelas kaca

Purwokerto, 13 Maret 2019

Darah Juang

Ketika senja kelabu
Awan gelap membungkus kalbu
Ragaku mulai kaku
Jemari pun ikut membisu
Pasir tak lagi kering
Tertutup
cucuran darah hitam
Tameng tameng perjuangan
Aku senandungkan
Libasan pedang
Terus aku goyangkan
Demi kejayaan sebuah keimanan

Purwokerto, 14 Maret 2019

Selitri Melina, kelahiran Purbalingga, 13 Januari 2001. Tinggal di Lamuk, Rt.17/Rw.09. Kec. Kejobong Kab. Purbalingga.

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected]

Baca: 10 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Kirim Tulisan ke Nusantaranews.co

Terpopuler