Connect with us

Ekonomi

Koperasi Telekomunikasi Selular Masuk 100 Besar Koperasi Dunia

Published

on

Koperasi Telekomunikasi Selular Masuk 100 Besar Koperasi Dunia. (Foto: Romadhon/NUSANTARANEWS.CO)

Koperasi Telekomunikasi Selular Masuk 100 Besar Koperasi Dunia. (Foto: Romadhon/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Koperasi Telekomunikasi Selular (Kisel) dalam laporan tahunan laporan tahunan yang dirilis World Cooperative (WCM) Tahun 2018 masuk dalam 100 besar koperasi dunia. Selain itu Kisel juga menduduki peringkat 1 pada kategori Other Services atau jasa lainnya dengan penilaian berbasis rasio pendapatan koperasi berbanding PDB Nasional.

Di kategori ini, Kisel mengungguli Selectour dari Prancis dan Koperasi Permodalan Felda Malaysia Berhad dari Malaysia. Sementara dalam jajaran 300 koperasi besar dunia (Top 300 Largest Cooperatives and Mutual Organizations) dengan penilaian berbasis rasio pendapatan koperasi berbanding PDB Nasional, Kisel menduduki peringkat 94.

Kisel merupakan satu satunya koperasi dari Indonesia yang tercantum namanya dalam jajaran peringkat koperasi dunia tersebut. Rilis WCM tahun 2018 menggunakan data Tahun Buku 2016. Dimana omzet Kisel di Tahun Buku 2016 dicatatkan sebesar 5,7 T, sementara PDB Indonesia di tahun 2016 berada di angka 932,2 miliar US Dollar.

“Tentunya ini merupakan kabar menggembirakan khususnya bagi perkoperasian di Indonesia. Kementerian sendiri telah mengeluarkan kebijakan Reformasi Total Koperasi, yang dilaksanakan dalam tiga langkah strategis, yaitu rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dalam siaran persnya, Jum’at (5/7/2019).

“Pencapaian Kisel sebagai peringkat 94 dunia, akan menjadi contoh bagi koperasi lainnya agar dapat tumbuh besar dan memelihara profesionalisme. kami juga mendorong Kisel yang sudah memiliki 5 anak usaha berbentuk PT. agar berani mengikutkan anak usahanya di bursa saham,” sambungnya.

Dalam proses pemeringkatan, WCM mengaku pada berbagai sumber yaitu integrasi database yang ada dan data lain dari asosiasi nasional, lembaga penelitian dan organisasi lain, serta penggunaan kuesioner untuk mengumpulkan dara langsung dari koperasi. Kuesioner tersebut diakses secara online melalui situs resmi WCM yang tersedia dalam 7 bahasa, dan terbuka untuk semua organisasi koperasi. Pada tahun 2011 kuesioner diisi oleh ratusan koperasi di 32 negara di seluruh dunia. WCM telah merilis laporan secara tahunan sejak 2011. tujuan dari laporan tersebut selain untuk mengembangkan database adalah untuk menelaah pengaruh koperasi baik dalam scenario global maupun dalam konteks regional dalam nasional.

Baca Juga:  DPR Fraksi PKB Ajak Benahi Pasal Kontroversial di RUU Koperasi

Pewarta: Romandhon

Terpopuler