Connect with us

Ekonomi

Kontrak Blok Corridor Diperpanjang Pemerintah, Serikat Pekerja Pertamina Ancam Tinggalkan Pekerjaan

Published

on

Gedung Pertamina. (Foto: Wikimedia)

Gedung Pertamina. (Foto: Wikimedia)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pekerja Pertamina yang tergabung dalam FSPPB mengancam akan meninggalkan pekerjaannya jika tuntutan mereka terkait perpanjangan kontrak Blok Corridor tidak diindahkan pemerintah.

“Apabila tuntutan tidak dipenuhi maka kami akan melakukan ‘perenungan kreatif’. Seluruh pekerja Pertamina dari Sabang sampai Merauke secara serentak akan meninggalkan pekerjaannya beberapa jam untuk bersama sama merenung. Apa yang salah dengan pekerja, apa dosa rakyat Indonesia sehingga pemerintah lebih pro kepada perusahaan migas asing,” ujar Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Arie Gumilar melalui keterangannya, Selasa (23/7/2019).

Sedikitnya ada tiga tuntutan dan desakan FSPPB terkait keputusan Pemerintah yang memperpanjang kontrak pengelolaan blok Corridor kepada kontraktor eksisting yaitu ConocoPhillips untuk 20 tahun kedepan mulai tahun 2023.

BACA JUGA: Presiden Jokowi – Blok Masela dan Blok BMG di Australia

BACA JUGA: Blok Corridor Diserahkan AS Lagi? Direktur CERI: Ada Genderuwo Pengaruhi Menteri Jonan

Loading...

Pertama, mendesak pemerintah membatalkan keputusan perpanjangan Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja Blok Corridor kepada ConocoPhillips selanjutnya memberikan 100 persen hak pengelolaannya kepada PT Pertamina (Persero).

Kedua, mendesak Kementerian BUMN segera mengganti Direktur Utama dan Direktur Hulu PT PERTAMINA (Persero) karena telah gagal merebut Blok Corridor.

Ketiga, mendesak KPK segera melakukan audit investigasi atas keputusan Menteri ESDM tersebut.

Menurut Arie, keputusan memperpanjang kontrak pengelolaan blok Corridor melanggar Permen ESDM nomor 15 tahun 2015 setelah
Permen ESDM nomor 23 tahun 2018 dibatalkan oleh hasil gugatan FSPPB ke Mahkamah Agung pada November 2018 lalu.

“Sehingga, semua kebijakan Kementerian ESDM harusnya berpedoman pada Permen ESDM nomor 30 tahun 2016 dan Permen ESDM nomor 15 tahun 2015 yang memberikan hak istimewa kepada Pertamina untuk menjadi operator blok migas yang akan berakhir kontrak kerja samanya,” papar Arie. (adn/eda)

Baca Juga:  Perburuan Kelompok ISIS di Lembah Sungai Eufrat Kembali Dilancarkan

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler