Connect with us

Gaya Hidup

Konsep Geometris Meriahkan Gelaran Busana Paradise Batik

Published

on

Atraksi model dalam acara Jogja Fashion Week 2016/Foto Nusantaranews/Yus
Atraksi model dalam acara Jogja Fashion Week 2016/Foto Nusantaranews/Yus

NUSANTARANEWS.CO – Paradise Batik menampilkan mini show dengan konsep geometris dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2016 di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (25/8), kemarin. Sebanyak 30 outfit ditampilkan di panggung megah yang mengundang decak kagum para penonton. Mengangkat tema “Signature”, brand fashion asal Yogyakarta ini memperlihatkan sejumlah koleksi yang unik dan elegan.

“Makna dari tema ini adalah sebagai produk otentik/ciri khas dari koleksi Paradise batik dengan membawa konsep geometris ke dalam tiap rancangan,” ujar desainer sekaligus pemilik Paradise Batik Yogyakarta Mudrika Paradise.

Menurut Mudrika, konsep yang ditampilkan dalam panggung JFW ini terinspirasi dari bentukan-bentukan urban geometric. Aplikasi ke dalam rancangan berupa pengembangan bentuk Stripe (garis) dan pengembangan bentuk Triangle (Segitiga) terlihat memesona dan bahkan memberikan kesan elegan sepanjang pagelaran yang dihadiri desainer-desainer terkemuka Indonesia itu.

Paradise Batik concern pada produk Ready to Wear (siap pakai) untuk busana cocktail dan busana evening. Kami coba mengangkat busana muslim dengan garis Syar’i, yang berarti pada rancangan kali ini kami sangat menghindari pemakaian celana panjang,” jelasnya.

Di panggung JFW ini, konsep yang diusung Paradise Batik memang berbeda dibanding mini show brand fashion lainnya. Style Urban Elegant dengan sedikit sentuhan feminim menjadi salah satu suguhan memukau yang mengundang datangnya banyak apresiasi. Style Urban Elegant tersebut, kata Mudrika, memang selaras dengan siluet rancangan yang sederhana, yang mengarah pada siluet A, I, H, dan Y.

Dengan mengembangkan bentuk Stripe dan Triangle, Mudrika mengaku rancangan batiknya secara keseluruhan menggunakan teknik full batik tulis dan menghindari keramaian pada warna serta motifnya. “Itu dilakukan untuk memunculkan kesan urban,” terangnya.

Sedangkan Fabric yang dipilih oleh Mudrika dalam pagelaran ini ialah Sutra Twist, Sutra Vallen, dan kombinasi kain Lace. Sentuhan feminim hadir pada penambahan lace ke dalam rancanagaran untuk menyeimbangkan kain sutra yang telah dipilih, sehingga desain terlihat tidak terlalu masif.

“Pemilihan lace itu juga sesuai dengan busana cocktail dan evening sesuai garis rancangan produk kami,” pungkasnya. (Yus/Red-02)

Loading...

Terpopuler