Connect with us

Rubrika

Komunitas Mitra IYDSI Yakini Kelompok Radikal dan Intoleran Masih Hidup di Bulan Ramadhan

Published

on

bulan ramadhan, iydsi, komunitas mitra, kelompok radikal, intoleran, nusantaranews

Komunitas Mitra IYDSI Yakini Kelompok Radikal dan Intoleran Masih Hidup di Bulan Ramadhan. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pembina Komunitas MITRA Indonesia Youth Democracy and Strategies Issues (IYDSI), Dedy Candra meyakini kelompok radikal dan intoleran masih hidup di Indonesia. Karenanya, kata dia, bulan ramadhan harus juga dimaknai sebagai momentum untuk menuai kebersamaan melalui keberagamaan untuk mewujudkan masyarakat yang ramah dan toleran.

Dedy Candra mengaku prihatin terhadap kasus intoleransi dan kekerasan yang terjadi di berbagai tempat belakangan ini.

“Perdamaian yang susah payah dijaga dan dipelihara bangsa Indonesia dirusak. Ini mencerminkan bahwa kelompok yang radikal dan intoleran masih hidup di negeri yang sangat menjunjung tinggi toleransi dan perdamaian. Ancaman perdamaian itu seringkali ditengarai oleh tindakan-tindakan kelompok yang mengatasnamakan agama,” kata Dedy dikutip dari pernyataan tertulis, Kamis (9/5/2019).

Dia menuturkan, pelajar dan pemuda harus dapat lebih menyadari perannya sebagai agent of social change, generasi pembaharu yang membawa misi perdamaian dan toleransi di masa-masa mendatang.

“Pelajar dan pemuda dapat lebih menyadari akan perannya sebagai agent of change yang siap melakukan internalisasi etika sosial dalam kehidupan nyata dan maya rangka mewujudkan kehidupan yang harmonis dan damai,” katanya.

Loading...

Selain menggelar diskusi akhir pekan, komunitas ini berencana akan melakukan kunjungan ke gereja di Kota Tangerang Selatan sekaligus berbuka puasa dan bincang bersama di gereja tersebut.

“Kedepan, kami akan melakukan kunjungan ke salah satu gereja di Kota Tangerang Selatan sekaligus buka puasa dan bincang santai bersama disana. Karena menurut kami, pendidikan tidak cukup sebatas transfer of knowledge, tetapi perlu juga transfer of value dan empirik khususnya dalam kehidupan sehari hari,” kata Dedy.

Baca Juga:  UGM: BKMG Gagal Dua Kali Berikan Early Warning Tsunami Selat Sunda

(ach/eda)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler