Pempinan KPK saat menemui Presiden Joko Widodo. Foto: Dok. Liputan6
Pempinan KPK saat menemui Presiden Joko Widodo. Foto: Dok. Liputan6

NusantaraNews.co, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengkritik langkah KPK tetapkan Setya Novanto (Setnov) sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). Pasalnya, Setnov sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit pasca alami kecelakaan dengan menabrak tiang listrik. Apalagi, kata Fahri, keberadaan Setnov di RS dalam penjagaan polisi juga.

Itulah sebabnya, Fahri secara tegas menuding KPK tengah memainkan drama politik. Logikanya, kata dia, orang yang dicari ialah orang yang tak diketahui keberadaannya. Sementara Setnov jelas berada di RS. Jadi, menurut dia kurang tepat bila KPK memasukkan Setnov ke dalam DPO.

Tak hanya itu, Fahri pun tak segan-segan sebut KPK hanya untuk mecitrakan lembaga antirasuah sebagai lembaga yang angker. “Memang begitulah KPK, supaya mengangker-angkerkan dirinya. Saya sudah muak melihat sandiwara begini,” cetus Fahri, di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Bagi Fahri, hukum di Indonesia semakin tak jelas. Bahkan, Negara yang dipimpin Presiden Jokowi dianggap sebagai bukan negara hukum. Di samping, kata dia, Presiden Jokowi juga dinilai tidak mengerti hukum dan mudah termakan opini publik.

Sehingga, lanjut Fahri, secara tak sadar Jokowi pun ikut terlibat dalam kasus Setnov. “Kalau negara hukum negara beradab negaranya dalam keadaan tenang. Ini presidennya tak mengerti apa-apa,” jelas Fahri.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Komentar