Connect with us

Lintas Nusa

Kompensasi Setahun Hanya Kain Pel, Warga Protes Keras Keberadaan PLTU Sudimoro

Published

on

Rakor Dan Mediasi Perkembangan PLTU 1 Jatim Pacitan pada Rabu (10/1/2018). Foto: Dok. Kodim 0801 Pacitan

NUSANTARANEWS.CO, Pacitan – Forum Komunikasi Masyarakat dan Pekerja Sudimoro mengeluhkan tentang kompensasi dari PLTU Sudimoro Pacitan yang sangat minim kepada masyarakat di Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan. Bahkan, kompensasi cenderung tidak memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar PLTU.

Salah satu warga Desa Sukorejo, Nunung mengungkapkan bahwa pada tahun 2016 lalu pihak PLTU Sudimoro Pacitan hanya memberikan kompensasi berupa kain pel.

Hal ini disampaikan Imam dalam rapat koordinasi dan mediasi ehubungan dengan situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat Kecamatan Sudimoro terkait PLTU 1 Jatim-Pacitan di Pendopo Kecamatan Sudimoro alamat Jalan Raya Sukorejo-Sudimoro Desa Sukorejo Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan, Rabu (10/1/18).

Nunung menambahkan, banyak masyarakat yang menyampaikan keluh kesahnya tentang keberadaan PLTU tersebut yang terasa tak ada gunanya untuk kepentingan masyarakat.

“Tidak ada petinggi PLTU maupun karyawan yang dari luar yang tinggal di Kecamatan Sudimoro sehingga mengakibatkan kesenjangan sosial dan ekonomi dengan banyaknya pekerja yang dari luar,” kata Nunung.

Loading...
Rakor Dan Mediasi Perkembangan PLTU 1 Jatim Pacitan pada Rabu (10/1/2018). Foto: Dok. Kodim 0801 Pacitan

Rakor Dan Mediasi Perkembangan PLTU 1 Jatim Pacitan pada Rabu (10/1/2018). Foto: Dok. Kodim 0801 Pacitan

Sementara itu, Imam sebagai perwakilan dari Forum Komunikasi Masyarakat dan Pekerja Sudimoro mengungkapkan bahwa keberadaan PLTU memberikan dampak besar terhadap kesenjangan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kebanggaan bagi kami atas pertemuan ini. Kami jelaskan bahwa limbah/abu dapat menimbulkan dampak kesehatan, ekonomi dan sosial,” ucapnya.

Masyarakat Kecamatan Sudimoro merasa tidak diperhatikan oleh pihak PLTU. Ambil contoh, kata Imam, pekerja cleaning service didatangkan dari Surabaya.”Semoga General Manager yang baru bisa merubah situasi dan kondisi ini. Tentang dampak lingkungan dan keberadaan PLTU bisa lebih mensejahterakan masyarakat sekitar. Perekrutan tenaga kerja supaya lebih transparan,” ujar Imam.

Baca Juga:  Sejumlah Pejabat Ramai-ramai Sambangi Korban Bencana di Pacitan

Sementara itu, General Manager PLTU memberikan tanggapannya terkait dengan keluhan masyarakat Sudimoro. Ia berkilah, masalah komunikasi menjadi biang keladinya dan dirinya mengaku belum bisa menjawab keluhan masyarakat tersebut.

“Mohon masukan dan komunikasi lebih intensif untuk saat ini kami belum bisa menjawab secara keseluruhan tetapi kami akan koordinasikan dengan bapak Camat tentang pekerja. Terkait limbah tahun 2016 ada pemberian bantuan kesehatan, penerangan jalan sudah dilaksanakan. Untuk perekrutan kami selalu koordinasi dengan bapak Camat dan Kades,” kata General Manager, Didik.

Sedangkan staf PLTU Wawan dalam tanggapannya mengatakan bahwa limbah yang menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar memang masih dikaji.

“Pekerjaan kita utamakan dari Ring 1 dan ring 2. Limbah yang banyak keluar karena regulasi yang mengatur. Bila dari bapak Camat bisa mengupayakan tentang pengelolaan limbah, itu lebih bagus. Tentang pelatihan sudah sering kita lakukan baik di Jogja maupun Surabaya,” kata dia.

Di sisi lain, Kepala Desa Sumberejo Suyono meminta pihak PLTU jangan diskriminasi dalam perekrutan tenaga kerja. “Perekrutan tenaga kerja jangan ada diskriminasi, kuota tenaga kerja ring 1 supaya diperhatikan. Bila tenaga kerja kami belum memenuhi syarat mohon diberikan pelatihan. Terkait abrasi terumbu karang yang ada di pantai Daki mohon diperhatikan agar keindahan pantai di Desa Sumberejo tidak musnah,” katanya.

Sementara itu, Kades Sukorejo Tumardi menyampaikan tentang persoalan limbah yang berdampak langsung ke masyarakat sekitar agar dikelola sebaik-baiknya. “Persoalan tenaga kerja yang masih banyak pengangguran di desa kami agar dapat diperhatikan. Setidaknya ada pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata dia.

Terakhir, Pasi Intel Kodim 0801 Pacitan Kapten Inf Dadut S mengimbau agar permasalahan dan keluhan warga tersebut segera diselesaikan. “Harapan kami agar ditingkatkan komunikasi agar tercipta situasi yang kondusif,” katanya. (red/dim)

Baca Juga:  Pasca Bencana, Objek Wisata Banyu Tibo Pacitan Dipastikan Sudah Aman Dikunjungi

Editor: Redaktur

Loading...

Terpopuler