Connect with us

Hukum

Klarifikasi Kementerian BUMN Soal Rekaman Percakapan Rini dan Basir Malah Perpanjang Masalah

Published

on

Klarifikasi Kementerian BUMN Soal Rekaman Percakapan Rini dan Basir Malah Perpanjang Masalah

Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir. (Foto: NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Klarifikasi Kementerian BUMN terkait beredarnya rekaman antara Menteri Rini Soemarno dan Sofyan Basir justru malah memperpanjang masalah. Rekaman percakapan telepon Rini dan Basir yang diduga bicara soal bagi-bagi fee ini disebut Kementerian BUMN tidak utuh dan telah diedit sedemikian rupa.

Klarifikasi tersebut disampaikan Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro. Imam mengatakan percakapan tersebut bukan membahas tentang bagi-bagi fee. Dia juga menyebut rekaman itu telah diedit sedemikian rupa dengan tujuan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan.

“Kami tegaskan kembali bahwa pembicaraan utuh tersebut isinya sejalan dengan tugas Menteri BUMN untuk memastikan bahwa seluruh BUMN dijalankan dengan dasar Good Corporate Governance (GCG),” kata Imam.

“Saya sudah tidak lagi menggunakan inisial atau singkatan untuk yang diduga dalam rekaman yakni Rini Soemarno dan Sofyan Basir karena sudah diakui oleh Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro dalam berbagai rilisnya. Namun karena pihak KementerianBUMN menyatakan bahwa rekaman tersebut telah diedit dari aslinya sehingga menimbulkan multipersepsi, maka saya mendesak pihak Kementerian BUMN untuk membuka secara transparan rekaman asli atau utuh yang dikatakan sudah diedit tersebut sehingga tidak menimbulkan multipersepsi,” kata pakar telematika dan multimedia, Roy Suryo lewat pesan singkatnya, Sabtu (28/4).

Baca juga: Kementerian BUMN Ambil Langkah Hukum, Roy Suryo Siap Validasi Rekaman Percakapan Rini-Basir

Menurutnya, rekaman telepon Rini Soemarno dan Sofyan Basir itu perlu disikapi serius oleh pihak berwajib. Sebab, selain perlu dipertanyakan motif atau makna pembicaraannya, juga diungkap siapa pembocornya, karena ini bisa disebut sebagai skandal memalukan di republik yang kita cintai, Indonesia.

Baca Juga:  Kodim Jember Minta Pelajar Jauhi Narkoba dan Pergaulan Bebas

“Saya selaku pemerhati multimedia dan telematika, terlepas dari faktor politik apapun tetap mendesak pihak berwajib, dalam hal ini Mabes Polri, untuk mengungkap siapa pembocor dan peng-edit rekaman tersebut bilamana ada demi transparansi semua pihak,” tegas anggota DPR RI ini.

Kementerian BUMN melalui Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro sebelumnya memang telah mengakui bahwa rekaman telepon berdurasi 2 menit 38 detik tersebut suara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Menurutnya, percakapan tersebut terjadi pada tahun 2017 lalu. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler