Peristiwa

Klarifikasi Kapuspen TNI Terkait Penyelupan Senjata Di Sudan

NUSANTARANEWS.CO – Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto dalam konferensi persnya di Jakarta Senin (23/1) lalu menjelaskan bahwa tidak ada keterlibatan anggota pasukan penjaga perdamaian PBB dari TNI terkait penyelundupan senjata di bandara Sudan.

“Di Sudan ada 2 (dua) penugasan misi perdamaian dibawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Pertama dari TNI yaitu Satgas Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid dan kedua dari Kepolisian RI yaitu Satgas FPU (Formed Police Unit),” kata Wuryanto dikutip dari siaran tertulis Puspen TNI Selasa (24/1/2017).

Terkait masalah penyulundupan senjata tersebyt, dirinya telah melaksanakan komunikasi dan koordinasi dengan Komandan PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI Brigjen TNI Marzuki yang berada di New York.

“Mereka mengatakan bahwa kejadian tersebut memang ada, tetapi tidak melibatkan satupun personel Satgas Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid. Sampai saat ini masih melaksanakan tugas di Sudan sampai bulan Maret 2017 yang akan datang,” terangnya.

Beredarnya pemberitaan di media sosial tentang adanya anggota pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang ditangkap di Bandara Al Fashir, Jumat (20/1/2017) di Sudan yang diduga mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi pada saat akan kembali ke Indonesia setelah selesai melaksanakan penugasan, Kapuspen menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar.

Baca Juga:  BMKG Keluarkan Warning Banjir Rob, Makin Abbas: Masyarakat Pesisir Lamongan Harus Waspada

“Saya tegaskan tidak ada keterlibatan anggota TNI dalam hal ini anggota Satgas Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid yang ditahan karena terlibat dalam upaya penyelundupan senjata dan amunisi ke Indonesia,” ujar Mayjen TNI Wuryanto. (red-01)

Related Posts

1 of 445