Connect with us

Mancanegara

Klaim Milik Iran, AS Salah Sita Empat Kapal Tanker

Published

on

Klaim milik Iran, AS salah sita empat kapal tanker

Klaim milik Iran, AS salah sita empat kapal tanker. Pemerintah AS kini menghadapi tuntutan hukum dari pemilik kapal. Kamis (15/10).

NUSANTARANEWS.CO, Washington – Klaim milik Iran, AS salah sita empat kapal tanker. Pemerintah Amerika Serikat (AS) kini menghadapi tuntutan hukum oleh Mobin International Limited, Oman Fuel Trading Ltd, dan Sohar Fuel Trading LLC FZ atas penyitaan empat kapal tanker yang diklaim milik Iran, lapor Bloomberg.

Ketiga perusahaan pemilik kapal tersebut telah mengajukan penolakan penyitaan kapal tanker mereka oleh AS. Departemen Kehakiman, yang bertugas sebagai penerima bahan bakar yang dikeluarkan dari kapal tanker memberi tanggapan atas gugatan tersebut.

Washington mengklaim bahwa keempat kapal yang dicegat itu milik Perusahaan Minyak Iran Nasional (NIOC), yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) yang distempel oleh AS sebagai organisasi teroris.

Keempat kapal tanker yang membawa sekitar 1,116 juta barel bahan bakar tersebut telah dicegat dan disita oleh Angkatan Laut AS pada Agustus lalu.

Namun tiga kapal tenker gelombang kedua kiriman Iran berhasil mencapai pelabuhan Venezuela pada akhir September dengan membawa sekitar 820.000 barel bahan bakar.

Negeri Bolivarian tersebut sebetulnya memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun saat ini mengalami krisis ekonomi sehingga kesulitan melakukan produksi bahan bakar karena diembargo oleh AS dan Barat.

Akibatnya kilang lokal tidak bisa lagi memurnikan minyak mentahnya yang berat. Untuk itu, kilang membutuhkan peralatan canggih dan bahan kimia yang sebagian besar sekarang tidak dapat diakses lagi karena sanksi AS.

Pengiriman bahan bakar gelombang pertama Iran pada bulan Mei, dilaporkan mengandung bahan kimia dalam jumlah yang tidak ditketahui yang diperlukan untuk mendukung pengoperasian beberapa kilang negara Simon Bolivar tersebut.

Baca Juga:  Ketua KPU DKI Jakarta Bantah Tuduhan Lukman Edy

Washington bersama sekutu Baratnya memang terus berupaya menggulingkan Presiden Maduro yang terpilih secara demokratis untuk jabatan keduanya dalam pemilu 2018 lalu – dengan memberlakukan sanksi ekonomi yang membuat rakyat Venezuela menderita.

Washington juga telah melakukan upaya “kudeta gagal” yang “sukses” memunculkan Juan Guaido, orang tak dikenal sebagai presiden oposisi yang diakui oleh AS dan negara-negara sekutunya. Sehingga dengan kekuatan media berhasil melakukan disinformasi global terhadap situasi di negeri Bolivarian tersebut.

Langkah AS itu terbukti ampuh memutus akses politik dan ekonomi Presiden Maduro terhadap aset Venezuela di luar negeri. Sehingga cadangan emas Venezuela senilai US$ 1 miliar lebih yang tersimpan di Bank of England yang saat ini sangat dibutuhkan rakyatnya – tidak dapat diklaim oleh Presiden Maduro, karena dianggap ada sengketa kekuasaan. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler