Connect with us

Budaya / Seni

Kisah Cinta dua Saudara di Negeri Halimun

Published

on

Alfred Guillou, "Goodbye!", 1892. Foto Lukisan: Dok. ArtStack

Alfred Guillou, “Goodbye!”, 1892. Foto Lukisan: Dok. ArtStack

Puisi Rahmat Akbar

 

KISAH CINTA DUA SAUDARA DI NEGERI HALIMUN

 

Sambu Ranjana pergi jauh

Meninggalkan kota

Kini menjelma menjadi pulau

Yang tak terjamah mata

Penghuninya kadang ada

Kadang pula tidak ada.

 

Sementara Sambu Batung

Kini menjelma di tengah kota

Mendampinggi sang Istri Putri Perak.

 

Putri Sewangi teramat cinta kepada Sambu Batung

Sambu Batung menaruh hati pada Putri Perak

Putri Perak mencintai Sambu Ranjana

Celakanya, Sambu Ranjana menaruh hati pada Putri Sewangi

 

Sampai suatu ketika datang sebuah bencana

Sehingga bertitahlah Raja Pakurindang

“Sambu Batung, Engkau dan Putri Perak tinggalah di utara pulau ini.

Dan engkau, Sambu Ranjana, tinggalah di selatan.

Namun, ingat, kalian harus rukun meskipun hidup di alam berbeda.”

Banjir pun datang.

 

Kasih tak sampai-akhirnya berakhir dalam luka.

Menghayutkan Putri Sewangi-menanggis sedih berkepanjangan

Karena kasihnya  tak sampai kepada Sambu Batung

Dengan hati sesal-dilepaskannya serudung,

Tanda air matanya mengalir diterbangkan angin

Dalam duka dan nestapa, ia bersumpah takkan bersuami

Hingga mengasingkan diri

 

 

BILINGUAL HATI

 

Telah kutanam hatimu

Melalui dua bahasa kata: rindu dan cinta.

Kemudian tersesap merayap hingga terlelap

Di sebuah taman-terpanah makna merana

Hingga tak bisa merona-mana dunia kata-mana dunia nyata.

 

Sudahlah di sini pena hanya sebatas kata

Yang diterjemahkan dengan rasa

Sebab-rahasia akan terungkap

Bagi siapa yang membacanya.

 

Hanya sekedar rasa meronta

Membara hingga terjadi perkara

Melalui bilingual hati

Telah ada yang terpatri

Entah akan tumbuh kenduri dalam ilusi.

 

Kotabaru, 2018

 

Rahmat Akbar, lahir di Kotabaru, Kalimantan Selatan, 04 Juli 1993. Puisinya pernah menggisi beberapa media massa seperti Kabapesisir, Radar Banyuwangi, Koran Dinamikanews, Analisa Medan, Malang Post, Magelang Ekspres, Flores Sastra, Koran Merapi, Tribun Bali, Media Kalimantan dan sejumlah antologi bersama. Sekarang bekerja sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMA Garuda Kotabaru dan pendiri sekaligus pembina bagi siswanya di komunitas Taman Sastra SMA Garuda Kotabaru. Akbar bisa disapa melaluiemail [email protected], fb: Kai.akbar

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Advertisement

Terpopuler