Bomber supersonik B-1B dan jet tempur Amerika Serikat meraung-raung di langit Korea Selatan. Foto: South Korea Defensi Ministry via AP
Bomber supersonik B-1B dan jet tempur Amerika Serikat meraung-raung di langit Korea Selatan. Foto: South Korea Defensi Ministry via AP

NUSANTARANEWS.CO – Seoul – Pada Rabu (6/12), Amerika Serikat menerbangkan bomber supersonik B-1B ke Korea Selatan sebagai bagian dari latihan udara gabungan secara besar-besaran yang melibatkan ratusan pesawat tempur. Latihan angkatan udara gabungan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi Korea Utara yang pekan lalu kembali melakukan uji coba rudal terbesar dan terkuat miliknya.

Associated Press melaporkan, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa pembom yang diluncurkan dari basisnya di Guam, mensimulasikan serangan darat dari sebuah pangkalan militer di dekat pantai timur Korea Selatan.

“Melalui latihan tersebut, angkatan udara Korea Selatan dan A.S. menunjukkan maksud kuat dan kemampuan sekutu untuk menghukum Korea Utara ketika mereka mengancam dengan senjata nuklir dan rudalnya,” kata militer dalam sebuah pernyataannya.

Jet tempur Amerika Serikat, F-16 lepas landas dari Guam menuju langit Korea Selatan. Foto: Kim Hong-ji pool via AP
Jet tempur Amerika Serikat, F-16 lepas landas dari Guam menuju langit Korea Selatan. Foto: Kim Hong-ji pool via AP

Jalur terbang bomber B-1B yang diterbangkan dalam latihan udara gabungan tersebut dikatakan telah berhasil mendekati basis dan gudang senjata nuklir Korea Utara. Peluru kendali jarak jauh yang belakangan dikenal dengan nama Hwasong-15 itu dirancang untuk bisa menempuh targetnya, Washington.

Latihan lima hari yang dimulai Senin melibatkan lebih dari 200 pesawat, termasuk enam pesawat tempur siluman F-22 dan 18 F-35 milik AS.

Korea Utara jelas marah dengan latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan ini. Melalui media resminya, Pyongyang mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa latihan gabungan tersebut telah menciptakan suasana histeria perang melawan imperialis sekaligus telah memberikan kesempatan untuk terciptanya risiko perang nuklir.

Ketegangan di semenanjung Korea sudah semakin memburuk setelah Pyongyang kembali melakukan uji coba senjata nuklirnya yang diyakini rudal balistik antar benua (ICBM).

Korea Utara juga mengakui bahwa Hwasong-15 mamp mencapai terget sejauh 13.000 kilometer (8.100 mil), yang menempatkan Washington dalam jangkauannya. (red)

Editor: Eriec Dieda

Komentar